Freaks 2

Freaks 2

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 10, 2026
Wulan sekarang jadi Influencer. Dia buat vidio short di Tiktok dan buat vlog di Youtube. Dia juga jadi pekerja kantoran. Illa masih aja temenan sama dia. Yumna, Mira sama icel juga masih temenan sama Wulan, mereka satu kantor soalnya. Setiap libur kerja, dia akan membuat vidio untuk dipost di Tiktok dan Youtube atau sekedar foto-foto dan dipost di Instagram. Setelah ia dan Wira saling mengungkapkan perasaan, mereka tidak merubah status mereka sebagai 'teman'. Beberapa bulan setelahnya, Wira juga pindah ngekos karena kuliah. Mereka masih saling kontakan, tapi mereka semakin sibuk dan tidak ada waktu untuk mengobrol lagi. Wira ganti nomor dan Wulan juga ganti nomor. Entahlah, mereka masih komunikasi lewat Instagram kok. Tidak asing-asing amat. Di S2 ini, kita akan disuguhi keseharian Wulan dan Illa dan Yumna dan Mira dan icel yang sudah bekerja. Jiyan kadang suka ngintilin Yumna sepulang bekerja, gatau deh. Baca ya
All Rights Reserved
#15
romancekomedi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me
  • Salah Status
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa
  • Hello Mr. Komrad
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Nakula

Cerita ini ada di paijo juga. --- Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines