Anna's Tattoo Place {END}

Anna's Tattoo Place {END}

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Jan 11, 2026
Tinggal bersama orang yang kita cintai seharusnya menjadi impian, namun bagi Anna, itu adalah siksaan karena pria itu milik wanita lain. Ketegangan memuncak saat sebuah kematian mendadak menghancurkan rumah tersebut. Dituduh sebagai pelaku karena posisi dan perasaannya, Anna terjebak dalam jaring kejanggalan. Di tengah duka dan kecurigaan, ia harus mencari tahu siapa pembunuh sebenarnya sebelum masa depannya ikut mati bersama rahasia di rumah itu. Mampukah ia mengungkap kebenaran di saat orang yang ia cintai justru balik memburunya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound to Him
  • REYGAN GHAZI AFKARA
  • Intel Bucin
  • Fraktal Rahasia
  • Putri Mafia Yang Diremehkan
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • Doctor Duchess: Don't Die Yet, My Duke!
  • The Rules!
  • Shadow in the Lab
  • memori yang hilang

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines