We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Kita Baik Baik Saja

Kita Baik Baik Saja

  • WpView
    Reads 145
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing5h 0m
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 1, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Science Fiction
Prolog "Lo ngapain berdiri lama-lama di depan kelas gue?" Itu kalimat pertama yang keluar dari mulutnya-dilempar begitu saja, tanpa basa-basi, seolah keberadaanku di situ adalah gangguan kecil yang mengusik harinya. Nadanya malas, tatapannya datar, dan gerakan memutar bola matanya sukses bikin aku pengin nepok jidat sendiri. "Yah elah," gumamnya pelan, lebih ke diri sendiri daripada ke aku. "Cewek bocil lagi." Aku menarik napas, menahan diri buat nggak langsung membalas dengan hal yang bakal bikin dia makin males bantu. "Ayo lah, Met," kataku cepat, sebelum dia keburu memutar badan dan kabur begitu saja. "Tolongin gue bikin tugas video. Sekali ini aja. Demi nilai. Demi masa depan bangsa." Dia menatapku beberapa detik-lama, dan curiga, seolah aku baru saja menawarkan kerja rodi tanpa upah. Alisnya sedikit terangkat, seakan mempertimbangkan apakah aku serius atau cuma iseng. Lalu dia menghela napas panjang, dramatis banget, kayak hidupnya barusan dititipin beban negara. "Ya udah," katanya akhirnya, nada pasrah yang dibuat-buat. "Tapi gue nebeng motor lo. Gratis. Tanpa protes." Aku baru sadar belakangan: sejak hari itu, hidupku resmi kehilangan kata tenang. ________________________________________ Kami nggak langsung jadi sahabat. Jauh dari itu, malah. Raka-atau lebih tepatnya, Jamet, julukan yang dia benci tapi tetap dia jawab kalau kupanggil-terlalu berisik, terlalu santai, dan punya bakat aneh buat muncul persis di saat-saat aku paling nggak butuh dia ada. Tapi entah kenapa, hampir setiap hari selalu ada saja hal bodoh yang bikin kami ketawa. Meski, jujur aja, lebih sering aku yang kesel duluan. Hari itu, aku bergegas ke parkiran bareng dia. Belum sempat aku protes, dia udah nangkring di jok belakang motorku tanpa izin resmi-kayak itu emang haknya dari lahir. "Dila, lo bisa bawa motor nggak sih?" tanyanya, nadanya ragu, tapi tetap aja nggak turun. "Diem deh, Met. Gue lagi konsen nyetir biar nggak telat," balasku ketus, mata tetap lurus ke depan.
All Rights Reserved
#604
sad
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • မောင်မြတ်နိုးရပါသော ပါးချိုင့်လေး
  • | MARRIAGE FIRST, LOVE LATER |
  • THE GIRL THEY BETRAYED
  • 𝐘𝐨𝐮 𝐠𝐨𝐭 𝐦𝐞 𝐟𝐞𝐞𝐥𝐢𝐧𝐠 𝐥𝐢𝐤𝐞 𝐚 𝐩𝐬𝐲𝐜𝐡𝐨
  • She Became His Sunshine
  • Her cursed prince I Dhruv Taara -18+
  • Simple and Sweet [Chaos Series Part 1]
  • မေတ္တာမိုးများ.....ရွာစေသောဝ်
  • My Spoiled Brat (girlxIntersex)

"ခင်ဗျား ကွာရှင်းချင်နေတဲ့ကောင်နဲ့ကလေးတွေတပြွတ်ပြွတ်မွေးကြမလား!! စိတ်ကူးယဥ်ဇာတ်လမ်းတစ်ပုဒ်သာဖြစ်ပါသည်။ Uni/Zawgyi Start Date - 9/6/2026 End Date - 2/8/2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines