Alqhiea Al Bukhory masih siswi kelas XI SMA, jenius kimia, dan ikon komunitas Rubixgers.
Namun hidupnya berubah ketika ia sah menjadi istri Gus Elbha-putra kyai besar-tepat saat sang suami harus pergi kuliah ke Mesir.
Tinggal di pesantren Al Khawakiib, Alqhiea menghadapi hafalan Al-Qur'an, tekanan keluarga besar, dan stigma: terlalu muda, terlalu modern, tak cukup "ning pesantren".
Di tengah bisik-bisik dan perbandingan, ia bertahan dengan kecerdasan, humor, dan iman yang terus diuji.
Between mushaf and chemistry, between love and duty, Alqhiea belajar bahwa menjadi istri Gus bukan soal memenuhi standar orang lain-melainkan menemukan versi terbaik dirinya di hadapan Allah.
Sebuah novel tentang pernikahan muda, pesantren modern, persahabatan, dan perjuangan perempuan cerdas menjaga iman tanpa kehilangan mimpi.
A story about faith, struggle, youth, and quiet rebellion-
wrapped in kitab kuning, laughter, and unanswered prayers.
©Copyright, 9 Januari 2026
Budget, 100 BaB 🥳
All Rights Reserved