366 Hari Setelah Kamu Pergi  (On Going)

366 Hari Setelah Kamu Pergi (On Going)

  • WpView
    Reads 854
  • WpVote
    Votes 225
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 15, 2026
Raka menghilang tanpa pamit. Tanpa pesan. Tanpa penjelasan. Selama 366 hari, Nara belajar berpura-pura baik-baik saja. Sampai cowok itu kembali... dengan tatapan yang berbeda dan rahasia yang belum siap dia ungkap. " Semua orang bilang aku terlalu lama menunggu. Tapi mereka nggak tahu.. dia nggak pernah benar-benar pergi. Ada rahasia di balik kepergiannya. Dan aku baru mulai menemukannya -366 hari setelah dia menghilang." -Nara Karena tidak semua kepergian adalah pilihan. Dan tidak semua pertemuan adalah kebahagiaan.
All Rights Reserved
#328
support
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUMAH?
  • Beda Jalannya
  • Novel Review - Mariani Marzz
  • CERITA RAKYAT FABEL
  • 5 CM [SELESAI]
  • Cerita Pendek & Puisi
  • Cerpen di Bulan Januari 2022
  • Tentang Arisha (Rombak Alur)
  • [ Lovely  as ]
  • Cinta Di Penghujung Kerapuhan
RUMAH?

🪻Rumah?🪻 Sebuah kisah tentang kehilangan arah, pencarian makna rumah, dan keberanian untuk sembuh. Kadang... rumah bukan tempat untuk pulang. Tapi tempat yang justru membuatmu ingin lari sejauh-jauhnya Alletha Vellyn Giandara, gadis remaja yang seharusnya bisa tertawa bebas seperti anak lainnya. Tapi hidupnya... tak seindah itu. Dibalik senyum tipisnya, tersembunyi luka yang dalam-terlalu dalam untuk anak seusianya. Ia tumbuh dalam keluarga yang lebih sering membuatnya merasa kecil, tak dihargai, bahkan dilupakan. Baginya, keluarga bukan lagi rumah. Rumah bukan lagi tempat nyaman. Dan cinta? Entah sejak kapan berhenti ia percaya. Namun di tengah kekacauan, hadir satu sosok yang melihat Alletha bukan sebagai beban... tapi sebagai seseorang yang layak diperjuangkan. Perlahan, gadis itu mulai mengenal rasa hangat yang hampir ia lupakan-dipeluk, bukan dipukul... didengarkan, bukan dihakimi. "Ternyata, rumah bisa berbentuk seseorang. Seseorang yang tahu caranya memeluk luka tanpa harus menanyakan asalnya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines