Jejak yang Tertinggal

Jejak yang Tertinggal

  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 21, 2026
Apa jadinya jika cinta yang menyakitimu tertinggal di masa lalu, sementara ragamu dipaksa hidup di masa depan yang salah? Calla terbangun secara misterius di tahun 2009, tepat di bangku kelas XI IPA 3 SMA Cendana. Di sana, ia bertemu kembali dengan Lucas, pemuda temperamental, toxic, yang menjerat leher Calla. Tiba-tiba dia dihadapkan oleh sebuah misi yang tidak pernah ia dapatkan di masa lalu. Misi mencari potongan yang hilang di tahun 2017. Namun, waktu adalah bayaran yang mahal. Saat misinya selesai, jiwa Calla ditarik kembali ke tahun 2017, meninggalkan Lucas yang hancur karena "Calla" yang ia cintai tiba-tiba berubah menjadi orang asing yang takut padanya. Delapan tahun kemudian, mereka bertemu kembali. Calla kini adalah tunangan dari pria pilihan ayahnya, sementara Lucas adalah pria yang jiwanya telah membeku akibat penantian panjang yang tak masuk akal. Penantian yang menyakitan karena sosok Zahran-lah yang telah mengahancurkan Lucas secara utuh. Lucas: "Lo itu kayak magnet, Calla. Maka dari itu gue lindungin lo!" Zahran: "Aku adalah magnet, yang berhasil kamu tarik, sayang." Calla: "Aku hanya ingin menemukan sesuatu yang kamu hapus, Cas."
All Rights Reserved
#362
balasdendam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Salah Status
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines