Novenber Berdarah

Novenber Berdarah

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Jan 9, 2026
"Dalam setiap perang, ada nama yang hilang. Dalam setiap cinta, ada luka yang abadi." Di penghujung tahun 1990, di sebuah kota kecil yang dikuasai tentara Indonesia, seorang gadis pribumi bernama Madalena Vidigal hidup dalam dunia yang dibatasi aturan penjajahan. Ia adalah putri seorang guru yang diam-diam terlibat dalam pergerakan nasionalis. Mada tumbuh dengan kecintaan pada sastra, tapi juga dengan amarah pada penindasan yang dilihatnya setiap hari. Sementara itu, seorang pemuda Dailor julukan dari kabupaten Liquiça berdarah asli maubere yang bernama, Costodio, tiba di kota itu sebagai seorang pelajar SMA. Latar belakang orang tuanya yang pribumi membuat Costodio dipandang rendah oleh teman-temannya di sekolah, tetapi ia berusaha membuktikan dirinya bukan sekedar seorang maubere biasa, tetapi maubere yang memiliki jati diri dan mampu bersaing dengan teman-temannya yang menggangapnya bukan apa-apa -hatinya sepenuhnya berpihak pada sebuah nasionalisme ukun rasik-an. Pertemuan Mada dan Costodio bermula dari sebuah buku terlarang yang diselamatkan Mada ketika terjadi penggerebekan. Costodio, yang melihat tindakan itu, memilih untuk berkenalan dengan dirinya. Dari situ, percakapan-percakapan kecil berubah menjadi pertemuan rahasia - dan pertemuan rahasia berubah menjadi cinta yang tak boleh ada. Namun bayang-bayang sejarah mulai bergerak cepat. Tahun 1991, ada sebuah pertumpahan darah. Banyak generasi muda yang tumbang. Kabar peristiwa berdarah itu mengisi setiap kolom berita dan gelombang radio menguarakan peristiwa HAM itu, banyak layar televise yang menayangkan lubmuran darah para pemuda pemberani itu, kedudukan Indonesia di Timor-Timur waktu itu berganti haluan. Banyak kecaman yang datang menegur pemerintah Indonesia. Dan cinta yang dulu tersembunyi kini menjadi sesuatu yang berbahaya bagi keduanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Sun's Last Armor
  • Dear Moppie S2 : The Return | heehoon.
  • My Past Life As Chaoyun (Yun Chu Ling)
  • The Marquess's Hidden Pearl (End)
  • BENANG TAKDIR MALIKA | Mahabharata X OC
  • SUAMI KAISAR
  • LADY AINSLEY
  • Para ibu generasi tahun 60-an dimanipulasi secara mental, dan seluruh keluarga m
  • Saya menghidupi 200.000 pasukan perbatasan dengan bertani
  • Shanghai Heiress, Pregnant with Twins, Seeks Refuge with Her Military Husband

[ Judul Awal 'The sun that scorced the sea' ] Di balik kemilau seribu zirah emas Sahasrakavacha, tersimpan sebuah pengkhianatan yang membelah samudra. Dambhodbhava, sang ksatria asura, pernah membuang cintanya [ Varuni ] demi melindunginya dari murka para dewa. Namun, perlindungan itu justru menjadi sembilu yang membawa Varuni pada api kematian. Sebuah pengorbanan yang disalahartikan, meninggalkan dendam dan luka yang dibawa melintasi reinkarnasi. Kini, di penghujung Dwapara Yuga, takdir memutar kembali roda-rodanya. Dambhodbhava terlahir kembali sebagai Karna, sang putra kusir yang memikul beban zirah terakhir di dadanya. Sementara itu, Varuni menjelma menjadi Jhanavi, putri bangsawan Magadha yang dihantui oleh aroma bunga cempaka dan kerinduan yang tak mampu ia jelaskan. Di tengah intrik Hastinapura dan bayang-bayang perang Kurukshetra, dua jiwa yang pernah hancur ini dipertemukan kembali. Jhanavi tidak mengenalinya, namun jiwanya bergetar setiap kali menatap pancaran cahaya di mata sang Suryaputra. Karna pun tak mengerti mengapa ia merasa harus melindungi gadis itu lebih dari nyawanya sendiri. Dapatkah mereka menyembuhkan luka yang telah terkubur selama ribuan tahun? Ataukah sejarah akan terulang kembali, menuntut pengorbanan yang lebih besar saat matahari mulai terbenam di ufuk peperangan? • Sebab bagi jiwa yang terikat, kematian hanyalah jeda untuk sebuah pertemuan kembali.

More details
WpActionLinkContent Guidelines