Bamian Helgan punya satu rencana hidup yang sempurna: lulus magang, menikahi wanita kaya, dan pensiun dini di Eropa. Namun, rencana itu hancur saat dosennya mengirimnya ke Kediaman Damiani-sebuah restoran berarsitektur campuran Belanda-Jawa yang aromanya lebih didominasi kemenyan daripada kaldu sapi.
Di bawah pengawasan Miguel, pria binaragawan yang senyumnya terlalu ramah untuk ukuran psikopat, dan Irae, kepala koki bermata kucing yang mematikan, Bamian dipaksa bekerja melampaui batas kewarasannya. Segala keanehan bermula saat Bamian menyadari satu tradisi gila: setiap malam Jumat Kliwon, restoran ditutup rapat, namun dapur terus menyala untuk menyajikan satu porsi 'Menu Terakhir' berbahan dasar daging misterius.
Lulus, nikah, kaya raya. Mampukah Bamian berpegang teguh pada prinsipnya saat suara erangan di malam hari, siluet di loteng, dan piring yang mendadak licin tandas mulai mengancam nyawa-sekaligus kesucian pikirannya?
8️⃣×2️⃣=1️⃣6️⃣
Possibly, contains:
🧾 sensory descriptions,
🃏 dark jokes,
🧸 serious conflict,
🎎 hundreds/thousands of lies,
🧻 disturbing narrative and
🪆 sensitive content.
So I hope you're not the type of reader who's lazy about waiting, thinking, and theorizing. My restaurant isn't a place to rest.
Listen, "Your brain needs nourishment to keep it from rusting!"
Keep smiling sweetly, don't complain, don't be jealous. Hope you like it, 𝑩𝒖𝒐𝒏 𝑨𝒑𝒑𝒆𝒕𝒊𝒕𝒐!
All Rights Reserved