Selasar Salah Sambung

Selasar Salah Sambung

  • WpView
    MGA BUMASA 4
  • WpVote
    Mga Boto 1
  • WpPart
    Mga Parte 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Fri, Jan 9, 2026
Expectation: Punya cowok "stabilitas" ala Mas-mas Jawa yang tulus dan lucu. Reality: Cuma jadi salah satu pemeran figuran di skenario hidupnya. Berawal dari swipe right berujung sesak di dada. Yoga kasih aku perlindungan lewat helm baru, tapi dia juga yang kasih luka lewat sebuah Disney Cartoon Pooh (iya, Pooh yang kuning itu!). Buat kamu yang pernah mencintai secara ugal-ugalan tapi malah dihancurin secara brutal: Welcome to the club. Kita nggak perlu kotorin tangan buat bales dendam, karena semesta punya cara mainnya sendiri.
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Work Life, Love Balance (END)
  • MANAGER KEUANGAN
  • Menuju Seperempat Abad
  • Semestinya Cinta ( Selesai )
  • THE REBELLOUSE!
  • Favorite Lecturer
  • Half Of My Heart ​[UNDER REVISION]
  • Spicy
  • Tanda Seru
  • Goodbye, Hello?

Siena Zahra tidak pernah menyangka keputusan impulsif untuk menemani sahabatnya--Raline, melakukan kopdar Tinder dengan identitas palsu akan berubah menjadi mimpi buruk yang merembet sampai ke kantor. Waktu itu, demi keamanan karena itu pengalaman pertama Raline dalam dunia dating apps, mereka sepakat memakai nama dan pekerjaan palsu. Pertemuan berlangsung canggung-apalagi karena Dipta, cowok Tinder itu, ikut membawa temannya, pria dengan tatapan dingin dan observan bernama Naresta Dirgantara. Siena tahu pria itu mencurigainya, tapi dia berpura-pura santai. Mereka pulang dan menganggap semua itu hanya pengalaman lucu yang tidak perlu diingat lagi. Dua minggu kemudian, hidup Siena jungkir balik. Perusahaan mengumumkan atasan baru di divisi Siena. Masuklah pria yang sama. Pria dari kopdar itu. Naresta Dirgantara. Dan tatapan lelaki itu tepat seperti dugaan Siena--dingin, menilai, sinis, seolah berkata "Aku tahu kamu penipu." Sejak hari pertama, Siena menjadi target perhatian Naresta dan bukan yang menyenangkan. Setiap laporan, rapat, hingga keputusan kecil pun selalu dipertanyakan. Seakan Naresta sengaja menjadikan masa lalu singkat itu sebagai alasan untuk meruntuhkan profesionalitas Siena.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman