Love Struggle

Love Struggle

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 15, 2026
Tahukah kalian apa bentuk paling kejam dari sebuah pengkhianatan? Bukan perselingkuhan. Bukan pula kehadiran orang ketiga yang mencuri kebahagiaan secara diam-diam. Pengkhianatan paling kejam datang dari mereka yang kita lindungi dengan kepercayaan penuh. Dari orang yang kita biarkan masuk ke ruang paling aman di hati kita-lalu menghancurkannya dari dalam. Aku mempercayai setiap kata yang ia ucapkan. Aku menggenggam setiap janji seolah itu kebenaran terakhir yang kumiliki. Namun semua itu hanyalah kebohongan yang dirangkai rapi, dibisikkan dengan wajah yang sama yang pernah kucintai. Aku mencintai Riga lebih dari diriku sendiri. Aku percaya padanya-dan pada sahabatku-tanpa sisa, tanpa curiga. Dan justru dari situlah luka itu lahir. Cintaku dikhianati. Kepercayaanku dicabik tanpa ampun. Mereka bilang waktu menyembuhkan segalanya. Itu dusta. Luka akibat pengkhianatan tidak sembuh. Ia menetap. Berakar. Menggerogoti kepercayaan, hingga aku tak lagi tahu bagaimana caranya percaya-bahkan pada diriku sendiri. Permintaan maaf hanyalah suara kosong. Penyesalan hanya bunyi yang terlambat. Karena ada luka yang tidak berdarah, namun mematikan segalanya-perlahan, dan selamanya.
All Rights Reserved
#621
menyesal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • The Time

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines