Happy New Year

Happy New Year

  • WpView
    Membaca 81
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Feb 5, 2026
WpInfo
Fiksi
Romansa
Happy New Year. Kata-kata yang selalu terucap setiap kali pergantian tahun tiba. Semua orang merayakannya, memanjatkan harapan-harapan untuk hari yang baru. Namun tidak dengan dua jiwa ini. Bagi Syera Novaline, tahun baru bukanlah perayaan, melainkan pengingat. Sejak kecil, setiap pergantian tahun selalu merenggut seseorang dari hidupnya-ayah, ibu, hingga adiknya-meninggalkan luka yang tak pernah benar-benar sembuh. Tahun baru bukan lagi awal, melainkan tanda bahwa ia bisa ditinggalkan kapan saja. Dan entah sejak kapan, Shaka juga membenci hitung mundur itu. Bukan karena takut kehilangan seperti Syera, melainkan karena ia tahu-tidak semua orang berani berharap pada hari esok. Maka mereka berharap waktu di tanggal terakhir bulan Desember berhenti tepat di pukul 11.59-karena tak sanggup menyambut pagi di tahun berikutnya. Seolah takdir turut memahami, hujan Bogor mempertemukan dua insan yang kehilangan tempat berteduh, untuk saling menghangatkan di antara gelapnya malam tahun baru. Akankah Shaka menjadi orang pertama yang memilih setia, atau justru menjadi persembahan luka baru bagi Syera-seperti tahun-tahun sebelumnya? note‼️: -dilarang keras plagiat.🚫 -cerita ini murni dari pemikiran saya.⚠️ -cerita ini ditulis oleh saya sendiri dan melalui riset kata-kata dari google untuk memperbanyak kosa kata.📖
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#124
hujan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Salah Status [END]
  • Nakula
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa
  • Stand by Me (END+LENGKAP)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan