After The Quiet

After The Quiet

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 10, 2026
Selama tiga tahun, Nindya hidup di dalam pernikahan yang tampak utuh dari luar-rumah besar, nama terhormat, dan peran istri yang dijalani tanpa cela. Namun di balik itu semua, ada keheningan panjang yang perlahan mengikis siapa dirinya sebenarnya. Ia belajar diam. Ia belajar menunduk. Ia belajar meyakinkan diri bahwa cinta memang seharusnya terasa seperti pengorbanan. Sampai suatu hari, keheningan itu berhenti menjadi tempat berlindung-dan berubah menjadi batas yang tak lagi bisa ia terima. Kembalinya Nindya ke dunia yang pernah ia tinggalkan membawanya pada pilihan-pilihan yang tak sederhana: antara pernikahan yang ia bangun dengan penuh keyakinan, dan dirinya sendiri yang nyaris hilang. Di tengah hubungan yang merenggang, perubahan yang tak bisa dihindari, serta keluarga yang menunggunya pulang, Nindya harus menghadapi satu pertanyaan yang selama ini ia abaikan: Apakah mencintai orang lain harus selalu berarti meninggalkan diri sendiri? After the Quiet adalah kisah tentang perempuan, keheningan, dan keberanian untuk bangkit tanpa perlu berteriak. Tentang kehilangan yang tidak selalu berarti pergi-dan pulang yang tidak selalu menuju tempat yang sama.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status
  • Stand by Me (END+LENGKAP)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines