Sajak Doa Di Dua Menara

Sajak Doa Di Dua Menara

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing7m
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 10, 2026
Di loteng rumahnya yang sunyi, Aisyah menuliskan doa yang tak terucap dalam bentuk sajak. Angin menerbangkannya hingga mendarat di rooftop Lian, pria Tionghoa yang diam-diam juga menyimpan luka. Mereka pun mulai berkomunikasi lewat kertas-kertas yang berpindah, dua jiwa asing yang menemukan bahasa sama di tengah kesepian masing-masing. Namun dunia nyata tidak sesederhana kata-kata. Aisyah terikat pada perjodohan dengan Reza, pria yang tampak sempurna di mata keluarga, tapi menyimpan manipulasi di balik senyumnya. Sementara perbedaan agama dan budaya antara Aisyah dan Lian seperti menara tinggi yang mustahil didaki. Apakah doa yang tertulis dalam sajak bisa mengubah takdir? Atau harapan mereka hanya akan tetap terbang di antara dua menara, tanpa pernah benar-benar bertemu? Sebuah kisah tentang cinta, doa, dan keberanian menjawab panggilan hati... ketika kata-kata harus jadi jembatan, dan iman diuji oleh perbedaan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Temperature Gap
  • Heer~THE UNWANTED DAUGHTER
  • The Royal's Love
  • The Sinister
  • The Enigma's debt
  • Her Prison, Her Pleasure(Intersex)(EDITING)✓
  • ခိုဝင်တိမ်းမူးမြတ်နိုးရပါသော...နှလုံးသားငယ်
  • AKSHARA - THE FORGOTTEN SEED
  • UNFAITHFUL HEART
  • No Place Like Home - PREVIEW ONLY

Athena Narissa dan Dermaga Sahyl pernah hampir berciuman. Dulu. Untungnya batal. Bukan hanya karena Maga adalah kakak dari sahabatnya, Sera, tapi juga karena keduanya sangat bertolak belakang. Athena bagaikan musim semi di Eropa, sementara Maga adalah hujan badai di Jakarta. Dua tahun berlalu. Athena sibuk berpindah dari satu runway show ke lainnya di Paris. Sementara itu, Maga sebagai pilot tak pernah diam di satu tempat lebih dari tiga hari. Harusnya mereka tetap menjadi dua orang asing. Tapi, Maga tiba-tiba berdiri di depan EST Galerie, menantinya. Athena ragu, apakah Maga benar-benar ingin masuk ke dalam hidupnya, atau hanya berniat main-main - seperti insiden hampir ciuman mereka dulu?

More details
WpActionLinkContent Guidelines