Red Wine. [REVISI, 13+]

Red Wine. [REVISI, 13+]

  • WpView
    Reads 190
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 17, 2026
Prolog. Claire Harper hanyalah seorang mahasiswi biasa, bersama tiga sahabatnya, Yoana Graham, Hannah Redfield, dan Edith Wesker, mereka memutuskan untuk menghabiskan malam dengan bermain Truth or Dare. Permainan yang terdengar sederhana. Permainan yang seharusnya berakhir dengan tawa. Namun, satu keputusan kecil mengubah segalanya. Note: Ini adalah revisi dari cerita first account ku, yaitu "Sachiik0" dipindahkan ke sec account ku dikarenakan ada masalah (Sebelumnya cerita ini dibuat hanya untuk hiburan saja, jangan di anggap serius. Mohon untuk dukungan nya beserta vote nya, terimakasih.)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Billionaire Prison
  • 𝐂𝐀𝐍𝐃𝐘 𝘛𝘳𝘢𝘯𝘴𝘮𝘪𝘨𝘳𝘢𝘵𝘪𝘰𝘯 [𝐄𝐍𝐃]
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • Crazy Obsession
  • Lyorend   [ ON GOING ]
  • Rembung Sengkolo
  • DESTROYED IN DESIRE | 🔞 |DARKROMANCE🖤
  • SPION
  • who i am?
  • Transmigrasi Kakak Antagonis (Revisi)

[Budayakan VOTE Sebelum Membaca] The Billionaire Prison [Love is Difficult] "Apa yang kau katakan hingga ibuku berencana untuk menikahkan kita? Kau yang menghasut dia? Kau pikir kau siapa hingga bermimpi untuk menjadi pasangan ku?" Anna terdiam sejenak. Dia tidak sepenuhnya terkejut dengan reaksi Armand atas berita ini. Tapi dirinya tersinggung akibat tuduhan yang tidak mendasar dari lelaki itu, menuduhnya menghasut Diana, apa dia tidak berpikir sebelum bicara? "Rencanaku?___ asal kau tau, aku juga tidak menginginkan ini. Kau pikir aku mau untuk tinggal bersama iblis seperti mu?" Entah keberanian dari mana, tiba-tiba kata-kata itu keluar dari mulutnya. Armand yang mendengar itu langsung meraih paksa wajah Anna, mencengkram pipinya dan membuat wanita itu menatap kearahnya. "Iblis? Ya, kau benar dan kupastikan kau akan ku jerumuskan ke dalam penderitaan." ucapnya lalu membuang wajah Anna dengan kasar. Nadanya penuh dengan keseriusan membuat Anna sedikit gugup. "Ku perintahkan padamu untuk jangan bermimpi untuk menjadi istriku. Tolak semua rencana itu besok dan segera keluar dari sini."

More details
WpActionLinkContent Guidelines