"Satu per satu detik meninggalkan tempatnya, membawa sepi yang tak terpenghuni. Aku diasingkan oleh pikiranku sendiri." Fragmen Sunyi adalah kumpulan kepingan rasa yang tertinggal di balik pintu-pintu yang tertutup rapat. Tentang hari-hari yang berjalan melambat seperti sutradara yang mengantuk, tentang seseorang yang sirna dari cakrawala, hingga tentang keberanian untuk berhenti menjinakkan badai di kepala orang lain. Ini adalah perjalanan bagi siapa saja yang pernah merasa: Terjebak dalam kenangan yang tak pernah terjadi. Menjadi tempat singgah sementara di saat sepi melanda. Hingga akhirnya menemukan cara untuk menyisir benang kusut di dalam kepala. Sebab terkadang, cara terbaik untuk mencintai diri sendiri adalah dengan melepaskan tanpa harus pergi, dan menutup pintu bagi mereka yang tak lagi tahu jalan pulang. Selamat membaca. Semoga sunyimu menemukan teman di sini.
More details