VINDICTA

VINDICTA

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 18, 2026
Vindicta adalah entitas misterius yang lahir dari dendam orang-orang baik yang mati tanpa keadilan. Ia datang ketika manusia memilih diam-membalas bukan untuk menyelamatkan, melainkan sebagai konsekuensi terakhir. Tak seorang pun bisa mengingatnya. Tak seorang pun tahu apakah ia manusia, arwah, atau kumpulan luka yang hidup. Ketika dunia mulai bergantung pada kehadirannya, dan manusia mencoba menciptakan versi "keadilan" yang lebih cepat dan kejam, Vindicta dipaksa menerima kutukan terberat: tetap ada selamanya. Bukan sebagai pahlawan. Bukan sebagai monster. Melainkan sebagai pengingat abadi bahwa kejahatan sering menang karena manusia terlalu nyaman untuk bertindak.
All Rights Reserved
#932
dendam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound to Him
  • Defiant [END]
  • Hello, Mr. Mafia!
  • SHEA SANG FIGURAN
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • (END) SETTING THE PATH OF LIFE - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • Fraktal Rahasia
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • Shadow in the Lab
  • My Perfect Model ( Republish )

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines