FACING THE FIELDS

FACING THE FIELDS

  • WpView
    Reads 142
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 23, 2026
WpInfo
Fiction
Science Fiction
Aliens
Apocalyptic and Dystopian
Action and Thriller
Setelah berhasil kabur dari dunia bawah tanah Krasui, Himera dan Orion menemukan permukaan bumi yang jauh dari bayangan mereka, yang kini disebut zemirland (dulunya merupakan pulau tanah Jawa). Dengan padang rumput yang luas, makhluk asing yang hidup selaras dengan alam, dan ketenangan yang terasa terlalu sempurna. Dengan bersembunyi di balik tenda transparan yang tak terdeteksi oleh para alien, mereka mencoba bertahan, mengamati, dan percaya bahwa mungkin... mereka akhirnya bebas. Namun hanya satu pertanyaan yang tersisa: apakah Himera dan Orion benar-benar mampu hidup di dunia yang tidak lagi dibangun untuk mereka?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝔈𝔱𝔥𝔬𝔩𝔬𝔤𝔶 𝔬𝔣 𝔇𝔦𝔰𝔰𝔬𝔠𝔦𝔞𝔱𝔦𝔬𝔫 || Jayhoon
  • Sorry Mr. Husband (END)
  • The Butterfly's Mask: ( Jaeyong ) - END
  • Murid Sialan
  • I Am In Novel?!!
  • Male lead Antagonist
  • TC: Teratai Putih Kembali Populer [END]

Sunghoon, seorang psikiater muda berbakat, mendapat tugas khusus dari dokter senior yang juga menjadi mentornya: menangani seorang pasien dengan Dissociative Identity Disorder (DID). Kasus ini bukan kasus biasa, pasien bernama Jay tersebut memiliki tujuh kepribadian berbeda, masing-masing dengan sifat, emosi, dan cara berpikir yang saling bertolak belakang. Awalnya, Sunghoon menganggap ini sebagai tantangan profesional semata. Namun, seiring sesi terapi berjalan, satu per satu kepribadian Jay mulai muncul, membuka lapisan demi lapisan trauma masa lalu yang selama ini terkubur. Setiap kepribadian membawa potongan cerita yang berbeda. Ada yang protektif, ada yang agresif, ada pula yang rapuh seperti anak kecil. Tanpa disadari, Sunghoon mulai terjerat lebih dalam. Ia menemukan bahwa trauma Jay memiliki keterkaitan dengan masa lalunya sendiri-sebuah benang merah yang seharusnya mustahil ada antara dokter dan pasien. Hubungan profesional perlahan berubah menjadi konflik batin yang rumit, mempertanyakan batas antara empati, tanggung jawab, dan rasa bersalah. Ketika kebenaran akhirnya terungkap, sebuah plot twist besar mengguncang segalanya: hubungan antara Sunghoon dan Jay jauh lebih dekat daripada yang mereka bayangkan. Masa lalu yang terputus kini menuntut jawaban, dan proses penyembuhan tidak lagi hanya tentang Jay, tetapi juga tentang Sunghoon sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines