Bagi [Name], bertahan hidup di Survey Corps bukan soal menghindari gigitan Titan, melainkan bagaimana caranya agar rambut tidak lepek karena hujan, kuku tidak patah saat latihan, dan yang paling penting menghindari bau keringat para kadet yang menurutnya lebih mematikan daripada serangan Titan Kolosal.
Dikenal sebagai "Bidadari Mulut Nyablak", [Name] adalah definisi masalah bagi para petinggi. Dia cantik, berbakat, tapi mulutnya lebih pedas dari cabai pasar dan hobinya adalah memimpin sesi ghibah nasional setiap malam Rabu. Baginya, Erwin Smith hanyalah seorang Komandan dengan alis tebal yang terlalu serius untuk diajak bercanda.
Namun, satu malam Rabu yang sial mengubah segalanya. Sesi ghibah tentang kriteria "Tiang" dan ejekan "Kurcaci Pemarah" untuk Levi ternyata didengar langsung oleh yang bersangkutan.
Alih-alih hukuman mati, [Name] justru dijebak dalam "diplomasi meja kerja" yang sangat berbahaya bagi kesehatan jantungnya. Erwin Smith ternyata bukan hanya ahli dalam taktik perang, tapi juga ahli dalam memojokkan bawahannya yang cerewet hingga tidak bisa berkata-kata.
"Tinggi? Kurasa aku memenuhi syarat. Tampan? Itu relatif. Kaya? Gaji Komandan lebih dari cukup untuk membangun rumah dengan kebun bunga yang kau inginkan. Jadi, apakah lehermu masih terasa cedera saat menatapku, [Name]?"
_______________________________________
Genre: Romance / Comedy / Action (Slow Burn)
WARNING⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️: Bahasa kasar, humor receh, salting brutal, dan Erwin Smith yang suami-able.
Update: Sesuai mood penulis dan ketersediaan stok sosis.
"Logika sang Komandan mungkin bisa menyelamatkan umat manusia, tapi tidak akan bisa menyelamatkannya dari satu bidadari mulut nyablak yang hobi nyari masalah"
Giana sudah bekerja di perusahaannya sekarang selama 4 tahun dan dia merasa ini adalah waktu yang tepat untuk menantang dirinya dengan bergabung ke perusahaan baru.
Ia akhirnya mengajukan cuti untuk melakukan wawancara secara diam-diam.
Tapi pekerjaannya semakin menggila dan tiba-tiba Giana dapat merasakan perubahan sikap dari atasannya, Arvin.
Padahal dia hanya ingin menjalankan hari dengan tenang seperti biasanya untuk mempersiapkan diri menyelesaikan lamaran di tempat barunya itu. Iya, lamaran. Lamaran kerjaan kan? Tapi kenapa satu kantornya malah salah menyimpulkan jadi lamaran yang lain sih?
Highest Ranking
#1 out of 3.12K Metropop 07/01/2026
#1 out of 25.6K Chicklit 11/01/2026
#7 out of 1.5K Romansa 17/01/2026
#3 out of 365K Cinta 18/01/2026