Pemuda Jompo, Bau Koyo

Pemuda Jompo, Bau Koyo

  • WpView
    Leituras 11,874
  • WpVote
    Votos 814
  • WpPart
    Capítulos 70
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, jan 30, 2026
[Sebuah novel brothership, bukan BL] Aroma koyo selalu tercium di kelas. Bersumber dari tubuh seseorang yang tidak mereka sangka. Yaitu dari Bintang. Sesuai namanya, ia adalah seorang bintang kelas. Selalu ranking 1 paralel setiap semester. Sesuatu yang selalu membuat Elang iri. Sebab ia tak pernah berhasil mengalahkan prestasi Bintang. Membuat Elang diam-diam membenci Bintang. Bintang selalu memakai kalung dengan liontin berbentuk bintang. Yang disadari oleh Elang, itu sama persis dengan miliknya. Bahkan inisial huruf yang tertera pada bagian belakang liontin itu juga sama. Sesuatu yang jelas tidak lazim. Sebab Elang mendapat kalung itu dari mendiang neneknya. Dan kalung itu tidak diperjualbelikan secara bebas. Melainkan dipesan secara khusus. Sehingga tidak mungkin ada orang lain yang memilikinya juga, kecuali Elang. Lantas, kenapa Bintang punya?
Todos os Direitos Reservados
#552
sicklit
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT
  • Tsundere Maniak Susu
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo