Satu Malam, Seribu Luka.

Satu Malam, Seribu Luka.

  • WpView
    Membaca 1,044
  • WpVote
    Vote 102
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung44m
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jan 11, 2026
Satu malam seharusnya berakhir begitu saja. Tetapi justru menjadi awal dari seribu luka yang tak pernah Naura bayangkan. Sebuah kesalahan yang tak pernah ia rencanakan membuatnya terikat dengan Refky dalam sebuah ikatan pernikahan. Pernikahan mereka terjadi bukan karena cinta, melainkan karena keadaan. Di rumah yang sama, dua hati yang sama-sama terluka berusaha bertahan di antara prasangka, diam, dan penyesalan. Namun di balik dinginnya jarak itu, perlahan tumbuh sesuatu yang tak mereka duga, pengertian, maaf, dan cinta yang muncul dari luka paling dalam. Karena terkadang, takdir memilih jalan yang paling menyakitkan, untuk akhirnya mempertemukan dua jiwa yang seharusnya saling menyembuhkan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#33
naura
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Her Prison, Her Pleasure(Intersex)
  • UNFAITHFUL HEART
  • Temperature Gap
  • The Sinister
  • Heer~THE UNWANTED DAUGHTER
  • The Royal's Love
  • ခိ��ုဝင်တိမ်းမူးမြတ်နိုးရပါသော...နှလုံးသားငယ်
  • No Place Like Home - SAMPLE
  • AKSHARA - THE FORGOTTEN SEED
  • The Enigma's debt

Valeria didn't rush. She never did. Inez was pinned beneath her, wrist locked overhead, the hold precise and impersonal. Not pain. Control. Inez scoffed anyway. "That's it?" she sneered. "I've had tutors scarier than you." Valeria said nothing. The silence pressed in. "You don't scare me," Inez added, louder. Brattier. "You just-" "Enough." One word. Flat. Final. Valeria lifted Inez's chin with two fingers, detached as a correction. "Look at me," she said coolly. "If you're going to embarrass yourself, do it properly." Inez laughed, brittle. "You think this makes you powerful?" "I don't think," Valeria replied. "I decide." Her gaze never wavered. "You provoke because it's the last control you have." "I don't belong to you," Inez snapped. Valeria leaned in, voice razor-thin. "You are my wife. You belong to consequences." She released her grip. "Say it." "No." Valeria waited. The quiet broke Inez, she hated being ignored. "...I'll behave, I'll be a good girl" Inez muttered. "Specify." Inez swallowed hard. "...I'll be your good girl" Valeria stepped back, already distant. "Good," she said. "Remember why." #1 older women-13th February (FAST PACE BOOK)

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan