Di garis waktu yang tak pernah berhenti,
Aku menemukanmu sebagai satu-satunya ketetapan.
Bukan sekadar singgah untuk berbagi sepi,
Tapi menetap untuk membangun rumah di masa depan.
Dunia mungkin berubah wajah,
Musim berganti, bunga-bunga pun luruh.
Namun di matamu, aku tak pernah merasa lelah,
Di pelukmu, seluruh rinduku berlabuh utuh.
Lalu maut datang mengetuk pintu,
Mencuri ragamu dari jangkauan jemariku.
Duniaku sunyi, dipenuhi rindu yang membiru,
Namun cintamu tetap mengalir di setiap nadiku.
- dari aku untukmu, kasihku.
Todos los derechos reservados