Di bawah bentangan langit yang tak pernah lelah menyimpan rahasia, cinta menemukan rumahnya sendiri.
Ia lahir dari kata-kata yang ditulis dengan hati, tumbuh dari rindu yang diam-diam berdoa, lalu menggantung di antara bintang dan sunyi.
Cinta di Langit Sastra adalah kisah tentang dua jiwa yang saling memandang dari kejauhan, namun bertaut dalam doa yang sama. Tentang pertemuan yang mungkin tak selalu memiliki wujud, tapi hidup dalam aksara, dalam bait, dalam harapan yang tak pernah padam. Di sana, cinta tidak menuntut untuk dimiliki, melainkan dimengerti. Tidak memaksa untuk tinggal, tetapi setia menunggu dengan cara yang paling lembut.
Langit menjadi saksi bisu bagaimana rasa bertahan meski jarak menguji, bagaimana kata-kata menjadi pelukan saat raga tak mampu mendekat. Setiap puisi adalah jejak perasaan, setiap kalimat adalah napas yang menyebut nama tanpa suara.
Ini bukan sekadar cerita cinta.
Ini adalah pengakuan jiwa kepada semesta, bahwa ada rasa yang memilih tinggal di langit sastra, agar abadi meski dunia terus berubah.
Todos los derechos reservados