Begitu membuka mata, netranya menggelap tidak ada cahaya dari tatapannya. Dia sudah buta.
Ruangan itu masih sama, penuh dengan kertas kertas berisi permainan yang harus dia selesaikan. Permainan yang menjadi tujuan hidupnya.
"Ikutlah denganku."
Satu ajakan yang merubah hidup mereka berdua.
Ini hanya tentang balas dendam, tentang kebencian yang sudah tertanam begitu dalam, tentang cinta dan hasrat besar akan kepemilikan.
"Kamu milikku bajingan, dan tidak akan pernah ku biarkan kamu meninggalkan ku."
Lantas seharusnya, dia tidak pernah masuk dalam rencana balas dendam itu.
Rencana balas dendam orang gila yang dicintainya juga dengan gila.
"Lakukan, tubuhku sepenuhnya milikmu."
Tapi dia menyukainya, dengan sukarela membiarkan dirinya terjebak dalam semua kekacauan.
_
warn; bxb 21+
All Rights Reserved