We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
RESPONSIBILITY

RESPONSIBILITY

  • WpView
    Reads 2,729
  • WpVote
    Votes 266
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 25, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Family Life
Mental Health and Neurodiverse
Jika diberi kesempatan untuk berteriak lantang pada dunia, Juan akan mengatakan bahwa sejujurnya ia ingin 𝙢𝙖𝙩𝙞. Begitu banyak hal yang harus ia penuhi, begitu sedikit ruang untuk dirinya sendiri. Juan kerap merasa hadirnya hanya sebatas kewajiban, bukan sebagai manusia yang pantas dipeluk oleh keadaan. 𝘑𝘶𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘢𝘳𝘢𝘱 𝘥𝘪 𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘵𝘪𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘦𝘭𝘢𝘬, 𝘪𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘢𝘥𝘪𝘬 𝘢𝘥𝘪𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘺𝘢𝘬. ─────────────────────────────── 2nd book ©2026 Macarpone Cover by Canva
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • After the Fall
  • Lysander Lowell De Villiers
  • "Liburan" Bonus Suami
  • The Pinky Boy
  • PROYEK SATU TAHUN
  • Trouble Maker[END]
  • Auto Save!
  • Target Si Supir [END]
  • ELION (bl)
  • Tresna Kang Tinatih Ing Alas Jati

Zein Alastair Lucien Ashton. Ketika dia masih kecil dan masih belum mengerti apa-apa, seluruh anggota keluarganya pergi meninggalkan dia untuk membawa kakak keduanya yang saat itu sakit parah berobat ke luar negeri dan dia ditinggalkan bersama para pekerja di rumah besar keluarga mereka. Zein tumbuh tanpa figure keluarga, hanya dibesarkan oleh para pelayan. Dia anak baik dan ceria meskipun tumbuh tanpa keluarganya. Mereka pulang sekali dalam beberapa tahun dan setiap kepulangan mereka langsung disambut dengan baik oleh Zein, namun mereka berubah... Entah karena tak lagi merasa sayang karena sudah lama tak bersama ataukah karena ada sosok yang lebih butuh daripada Zein. Hingga akhirnya setelah sebelas tahun berlalu, si anak tengah dinyatakan sembuh dari penyakitnya. Mereka memutuskan untuk pulang, mengejutkan Zein dengan kepulangan mereka sambil membawa banyak sekali hadiah untuk si bungsu dan berbagai rencana kegiatan yang akan mereka lakukan. Namun hari itu, saat mereka tiba... Tidak ada sambutan, tidak ada pelukan. Suasana rumah besar itu sepi tanpa kehadiran Zein. Mereka bertanya-tanya, ke mana anak itu pergi? Namun para pelayan hanya mengatakan bahwa sang tuan muda tak pernah pulang dalam waktu beberapa bulan terakhir. Bukan karena dia kabur dari rumah, bukan karena dia pergi untuk kebebasan dalam kenakalannya. Tapi dia pergi karena 'Mentalnya' harus mendapatkan perawatan. Sebuah kejadian di suatu hari yang suram membuat Zein kehilangan kewarasannya hingga semua pelayan memutuskan untuk mengirimnya ke sebuah tempat yang bernama 'Rumah Sakit Jiwa.' Dan lebih dari semua itu, keluarganya tidak mengetahui apa pun selama ini. #1Trauma🥇 #1Mental🥇 #1Keluarga🥇 #1Zein🥇 #1Brothership🥇 #1Bungsu🥇 #1Adik🥇 Ditulis pada Senin, 19 Januari 2026- Rabu, 03 Agustus 2026 Dipublikasikan pada Senin, 16 Maret 2026-

More details
WpActionLinkContent Guidelines