Why, I Never Left

Why, I Never Left

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 11, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Arga dan Aira tahu sejak awal bahwa perjalanan ini tidak mudah. Waktu sering tidak berpihak, dan jarak kerap datang tanpa permisi. "Capek?" "Sedikit. Kamu?" "Masih bisa." Percakapan mereka sering sesingkat itu. Tidak banyak keluhan, tidak banyak janji. Ada hal-hal yang tidak diucapkan, karena terlalu lelah untuk dijelaskan. Kadang Aira bertanya, "Kita baik-baik saja, kan?" Arga selalu menjawab, "Kita masih di sini." Dan selama kalimat itu tetap ada, mereka memilih bertahan-meski pelan, meski sunyi. Bab ini tidak dimulai dengan harapan besar. Ia dimulai dengan kelelahan yang jujur-dan keputusan kecil untuk tetap bertahan, satu hari lagi.
All Rights Reserved
#737
perawat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menuju Seperempat Abad [End]✓
  • Favorite Lecturer
  • Half Of My Heart ​[UNDER REVISION]
  • Semestinya Cinta ( Selesai )
  • Tanda Seru
  • Spicy
  • MANAGER KEUANGAN [END]
  • Work Life, Love Balance (END)
  • Goodbye, Hello? [TAMAT]
  • THE REBELLOUSE! [END]

Menceritakan tentang kehidupan Sekar di usia menuju seperempat abadnya alias dua puluh lima. Usia dimana lagi stres-stresnya. Mana lagi jomblo, eh uji nyali pula resign kerja, padahal keluarganya juga lagi kesulitan ekonomi. Di fase stressnya itu dia malah dijodohin sama Paman sahabatnya yang berbeda sangat jauh umurnya dengan Sekar. Ganteng sih, tapi duda! Udah ya segini aja gak banyak-banyak deskripsinya. *Ceritanya lebih ringan minim konflik soalnya pucingg banyak-banyak konflik wkwk. *cover by canva.

More details
WpActionLinkContent Guidelines