Story cover for Why, I Never Left by urstrawvberry
Why, I Never Left
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Jan 11
Arga dan Aira tahu sejak awal bahwa perjalanan ini tidak mudah.
Waktu sering tidak berpihak, dan jarak kerap datang tanpa permisi.
"Capek?"
"Sedikit. Kamu?"
"Masih bisa."

Percakapan mereka sering sesingkat itu. Tidak banyak keluhan, tidak banyak janji. Ada hal-hal yang tidak diucapkan, karena terlalu lelah untuk dijelaskan.

Kadang Aira bertanya, "Kita baik-baik saja, kan?"
Arga selalu menjawab, "Kita masih di sini."
Dan selama kalimat itu tetap ada, mereka memilih bertahan-meski pelan, meski sunyi.

Bab ini tidak dimulai dengan harapan besar.
Ia dimulai dengan kelelahan yang jujur-dan keputusan kecil untuk tetap bertahan, satu hari lagi.
All Rights Reserved
Sign up to add Why, I Never Left to your library and receive updates
or
#572bedaagama
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 5
Asisten Dewan cover
Touchpoints cover
The Honeymoon Is Over [FIN] cover
It Was Never One-Sided cover
Half Of My Heart cover

Asisten Dewan

25 parts Ongoing

Kinan pikir hidupnya akan lebih tenang setelah meninggalkan dunia event organizer. Jam tidur lebih waras, akhir pekan lebih manusiawi, dan waktu untuk dirinya sendiri. Tawaran menjadi Personal Assistant langsung ia ambil - sampai ia tahu siapa bos barunya. Seorang anggota DPR. Aditya Danureksa bukan hanya bereputasi bersih, tapi juga sulit ditebak. Dunia kerja yang awalnya terlihat stabil berubah menjadi penuh tekanan, strategi, dan batas yang harus ia jaga ketat. Namun semakin lama mereka bekerja bersama, semakin sulit Kinan mengabaikan percakapan - percakapan kecil yang terasa terlalu personal untuk disebut profesional.