Menjadi Yang Pertama

Menjadi Yang Pertama

  • WpView
    Leituras 17,683
  • WpVote
    Votos 2,000
  • WpPart
    Capítulos 65
WpMetadataReadConcluída qui, fev 26, 2026
WpInfo
Ficção
Temas Sociais
SEQUEL MENJADI YANG KEDUA Pernah menjadi yang kedua, pernah dikhianati, pernah disakiti, pernah dilukai, bahkan dijadikan sebagai opsi. Kaki memang sudah pamit undur diri, tapi hati masih bertahan dan enggan untuk pergi. Kala kesempatan kedua berbicara, pintu yang sejatinya masih terbuka kian mempersilakannya untuk kembali masuk, mengisi kekosongan dan mengobati luka lama yang sudah pulih sepenuhnya. Jika memang perasaan itu murni bersumber dari Sang Pemilik Hati, maka izinkan untuk kali ini keduanya kembali bersama dalam versi terbaik masing-masing. "Setelah banyaknya luka dan air mata, dijadikan yang kedua. Saya harap untuk kali ini saja hanya ada tawa bahagia serta dijadikan yang pertama dan satu-satunya." -Harastha Razqya Wiratama. Published; 12 Januari 2026
Todos os Direitos Reservados
#16
idrianiiin
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Saujana Sandyakala ~ Completed
  • KeiFara
  • Imam Pengganti Amelia (TAMAT)
  • Reyren (Completed)
  • WEDDING AGREEMENT Putus atau Terus (End)
  • Between Three Officers (COMPLETED)
  • 𝐑𝐀𝐘𝐍𝐎𝐑 [𝐒𝐄𝐂𝐑𝐄𝐓 𝐌𝐈𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍] 𝐄𝐍𝐃
  • Kawin Gantung
  • HARSHIYA [ Kala Luka dan Cinta Bersatupadu ]
  • Nadira Beserta Bahagia Miliknya ✔

"Kecil, cengeng, ribet, berisik, penakut lagi,"ucap seorang pria mendengus sebal. Kira-kira begitulah komentar Prawira tentang istrinya. Bukan tentang romansa untuk menggoda. Sayangnya dia mengatakan dengan logika. Begitu risihnya pria itu dengan istrinya. -&- Nilam, gadis muda yang memilih menikah dengan pria dengan perbedaan usia 16 tahun. Banyak orang yang mengatakan dirinya hanya mengejar harta jika adanya perbedaan sejauh itu. Sayangnya pria yang dia nikahi adalah pria sederhana, temperamen dan dingin. Padahal di saat yang sama dia bisa mengubah status kehidupannya begitu bahagia dengan pria seusianya dengan karakter sabar dan lemah lembut. Apalagi secara finansial, jauh lebih baik dari pilihannya. Wira, suami yang dipilih Nilam sama sekali tidak mengandung kelebihan selain cerdas. Pria itu juga tidak romantis apalagi mengerti dengan pola pikirnya. Tapi apa yang dia katakan bukannya pemanis. Karakternya memang temperamen. -&- "Nilam. Pernikahan itu hanya sekali. Dengan menikah kamu menyerahkan seluruh kehidupanmu pada suamimu, sayang. Pria temperamen itu tidak pantas denganmu. Kenapa kamu mencari neraka saat dihadapkan dengan surga?"tanya Ibunya mengusap pelan kepalanya. "Mungkin Nilam terlihat bodoh, Bu. Tapi kalau semuanya berpikir demikian, siapa yang akan bersama dengannya? Nilam ingin menjadi kedamaian baginya saat amarahnya memuncak,"ucap gadis itu tersenyum lebar. -&- "Coba jawab aku, bagaimana aku bisa lupa? Setiap aku melihat diri ku di cermin, aku selalu menatap kedua matanya? Bahkan jika aku mengenal perempuan lain, aku pun melihat dengan kedua matanya. Aku ikhlas. Tapi aku tidak mau durhaka pada istriku karena masih memiliki perempuan lain dalam benakku. Jangan buat aku semakin tenggelam dalam kesalahan, Pram. Jangan kamu pikir aku tidak berusaha untuk membuangnya. Namun apa yang ku dapat? Semakin aku mencoba, perasaan itu semakin tumbuh, Pram,"ucap Wira frustasi. -&- Salam hangat, Aku yang masih mencintainya.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo