WayNight Aren't Faen (TwentyThree) - NutHong

WayNight Aren't Faen (TwentyThree) - NutHong

  • WpView
    Reads 8,324
  • WpVote
    Votes 579
  • WpPart
    Parts 40
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 8, 2026
WpInfo
Fanfic
LGBTQIA+
Romance
Social Themes
Twenty Three - WayNight Aren't Faen A story of Way and Night, bandmates of Koon. Way and Night were childhood friends who grew up to become musicians together. Night had been crushing on Way for a long time. Way knew about it and was waiting for a confession, only to use the love to destroy Night for his own reason. ‼️toxic relationship Twenty Three story by Kum Sept | Translated by KageMizukii
All Rights Reserved
#23
nuthong
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  Calm Down Mr. Rome. (Rome mhok)
  • My Hong🥜🍦
  • การแต่งงาน {williamest} Indonesia
  • Arranged For You | SeaKeen |
  • Unsaid Things - WILLIAMEST
  • Rhythm Of Us | NUTHONG
  • Totally (Not) a Crush (NutHong)
  • wiuwiu || NutHong
  • One Step Too Late | WILLIAMEST
  • Resonansi Luka (END)
  • Hit Maniac
  • Perjalanan Kisah Kita [END]
  • secret lover - surfjava
  • Duo Mafia Bucin Spesial Bab
  • Where the Neon Lights Can't Reach (WilliamEst)
  • Internally Yours feat. NUTHONG
  • Veins of Power | nuthong
  • °WilliamEst° Red Contract [END]
  • After the Storm [SELESAI]
  • WILDCARD - THE KING'S FINAL LAP [Selesai]

Cerita ini berpusat pada Rome Aseni, putra kedua dari keluarga mafia kuat, dan Mhok, seorang pria misterius yang tiba-tiba dibawa masuk ke dalam keluarga tersebut. Awalnya, Rome meremehkan Mhok karena penampilannya yang kecil, dingin, dan tampak tidak berbahaya. Namun persepsinya langsung berubah ketika Mhok dengan mudah mengalahkannya dalam hitungan detik. Dari situ, Rome mulai tertarik-bukan hanya karena kemampuan Mhok, tetapi karena ia tidak bisa membaca emosi atau kelemahan pria itu. Mhok kemudian diterima masuk ke dalam keluarga Aseni setelah membuktikan kemampuannya melalui berbagai ujian. Ia menunjukkan bahwa dirinya sangat terlatih, cepat, efisien, dan hampir tanpa emosi. Hal ini membuatnya sangat berbahaya, tetapi juga misterius. Seiring waktu, Rome menjadi semakin terobsesi untuk menemukan kelemahan Mhok. Ia terus memancing reaksi, menekan, dan mengganggu Mhok, berharap bisa melihat celah dalam "kesempurnaan" pria itu. Di sisi lain, Mhok yang awalnya selalu tenang dan terkendali mulai menunjukkan perubahan kecil. Ia mulai terganggu oleh kehadiran Rome-sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Emosi yang selama ini ia tekan perlahan muncul, meskipun ia berusaha keras menyangkalnya. Mereka sering bekerja sama dalam misi berbahaya, termasuk transaksi senjata yang berujung baku tembak. Dalam situasi tersebut, Mhok terbukti sangat tajam dan selalu selangkah lebih maju, sementara Rome semakin kagum sekaligus penasaran. Hubungan mereka berubah dari sekadar rekan menjadi sesuatu yang lebih rumit-penuh ketegangan, permainan psikologis, dan daya tarik yang tidak terucapkan. Seiring berjalannya waktu: Rome semakin terobsesi pada Mhok Mhok mulai kehilangan kendali emosinya Interaksi mereka menjadi semakin intens, berbahaya, dan personal

More details
WpActionLinkContent Guidelines