Bayang Bayang Dusta

Bayang Bayang Dusta

  • WpView
    Reads 334
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadComplete Tue, Jan 13, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Dia adalah kehancuran yang ia hindari. Dia adalah harapan yang tak pernah ia cari. Julian Rasyid memiliki segalanya: uang, kuasa, dan reputasi dingin yang membuatnya ditakuti di SCBD. Namun, di balik setelan jas mahalnya, ia hidup dalam bayang-bayang ayahnya yang dicap sebagai koruptor bunuh diri. Valeria Wiratama kehilangan segalanya: karir, rumah, dan nama baik keluarga. Namun, ia memiliki integritas yang tak bisa dibeli. Takdir mempertemukan mereka di reruntuhan Villa Wiratama. Penemuan sebuah kotak pandora dari masa lalu memaksa dua musuh bebuyutan ini untuk saling melindungi. Di tengah pelarian yang mematikan, di antara desingan peluru dan ancaman "Deepfake", Julian menemukan bahwa Valeria adalah satu-satunya orang yang membuatnya merasa hidup. Dan Valeria menyadari bahwa di balik topeng dingin Julian, ada hati yang terluka sama sepertinya. Di tengah badai konspirasi politik tingkat tinggi, dapatkah cinta tumbuh di antara puing-puing kepercayaan? Ataukah rahasia masa lalu orang tua mereka justru yang akan memisahkan mereka selamanya?
All Rights Reserved
#695
sejarah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Under The Authority Of Senopati
  • Círculo del Destino
  • Clause of Us
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Mas Bupati
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+] END
  • A Matchmaker's Quest [END]
  • Night Calls

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines