Dalam Diam Menunggu Ridho

Dalam Diam Menunggu Ridho

  • WpView
    LECTURAS 59
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, abr 11, 2026
Kisah tentang Hanifa, seorang perempuan yang memilih menjaga hatinya di tengah perjalanan menuntut ilmu dan pengabdian. Dalam kesibukan dan amanah yang ia jalani, Allah mempertemukannya dengan Ridwan, seorang lelaki yang tenang, cerdas, dan teguh menjaga adab dan akhlaknya. Pertemuan demi pertemuan terjadi bukan karena rencana, melainkan karena tanggung jawab yang mempertemukan mereka dalam ruang-ruang amanah dan ibadah. Dari sanalah, rasa perlahan tumbuh, bukan sebagai gelora yang riuh, tetapi sebagai getar halus yang disimpan dalam doa. Hanifa memahami satu hal, tidak semua cinta harus diucapkan. Ada cinta yang cukup dijaga, dan diserahkan sepenuhnya kepada Allah. Di antara shaf sholat, kesunyian malam, dan perjalanan waktu, Hanifa belajar bahwa menunggu ridho-Nya adalah bentuk cinta paling tulus. Sebuah kisah tentang diam yang bermakna, tentang adab yang didahulukan, dan tentang hati yang memilih taat meski harus menunda. Akankah kisah mereka terus berlanjut, atau hanya sekedar menjadi singgah yang memberikan ibrah dan pembelajaran dalam hidup?
Todos los derechos reservados
#93
romancereligi
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Satu Detak Jantung Lagi
  • (Bukan) Suami Idaman
  • Z&Z ( Zayyan & Zayra ) [TERBIT]
  • Unpredictable Husband (END)
  • Takdir Cinta Hana
  • Anyelir [TAMAT]
  • NAURA (Tepaksa Jadi Yang Ke Dua)
  • Atharrazka 4: Abyzar
  • Suami Pengganti [END]

SPIN OFF || SENI MENATA HATI One more heartbeat, sepenggal kisah tentang kesempatan untuk memperbaiki kesalahan, memaafkan, dan mencapai mimpi yang belum terwujudkan. Selagi napas itu masih berembus, detak itu masih berdebar, maka tidak ada jeda untuk berkawan dengan keputusasaan. Setiap denting jam yang berdetik dan setiap denyut jantung yang berdetak adalah bagian dari peruntungan takdir. Garis kehidupan yang penuh akan teka-teki dan keajaiban. Ibarat dua mata uang, berbeda tapi saling menyelaraskan. "Aku hanya perlu satu detik untuk mengembalikan satu detak jantung yang sempat hilang dari celah kosong hati yang kini terasa gamang." -Niskala Hamsya Alshameyzea- Published ; 01 Maret 2026

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido