Cracking His Heart (On Going)
Di balik barisan kode biner dan enkripsi rumit, Almeta Nawasena menemukan dunianya sendiri sebuah ruang aman di mana logika selalu memiliki jawaban pasti dan hati tidak perlu menanggung risiko untuk patah. Baginya, luka masa lalu adalah malware yang telah berhasil karantina. Ia tidak lagi percaya pada konsep romansa perkotaan, sampai Januarta Adiningrat melangkah masuk ke dalam ranah teritorinya.
Januarta adalah personifikasi dari ketenangan yang mutlak. Seorang pria dewasa dengan tutur kata santun, pembawaan yang mengayomi, dan ketulusan yang nyaris mustahil ditemukan di tengah riuhnya belantara metropolitan. Ia tidak datang untuk meruntuhkan dinding pertahanan (firewall) yang Meta bangun dengan paksa. Sebaliknya, Januarta hadir dengan kesabaran seorang pria yang bersedia memahami setiap celah trauma, mengulurkan tangan hangat tanpa pernah mendikte, dan menawarkan rasa aman yang pelahan mengikis sinisme Meta.
Namun, ketika konspirasi siber mulai mengancam korporasi dan memaksa keduanya terlibat dalam kedekatan yang intens, Meta dihadapkan pada dilema terbesar dalam hidupnya. Haruskah ia tetap memercayai algoritma logisnya, atau membiarkan Januarta meretas bagian terdalam dari hatinya yang selama ini terkunci rapat?
Sebuah kisah tentang dewasanya rasa, tentang pria yang menjadi jangkar di tengah badai, dan tentang perempuan yang belajar bahwa dicintai dengan ugal-ugalan oleh orang yang tepat tidak pernah salah.