Dear Mr. Heartbreak I [ On Going]

Dear Mr. Heartbreak I [ On Going]

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 3, 2026
Jatuh cinta pada pandangan pertama terdengar menyenangkan, tapi tidak dengan Naira ia justru jatuh cinta dengan seorang pria yang jauh lebih tua dan juga sudah memiliki kekasih. Cerita ini bermula dari tragedi kocak di sebuah villa di puncak, perkara ia dikejar seekor soang dan menabrak seorang pria yang.... Ya, terlalu tampan untuk dilewatkan begitu saja. "Halo.... Apakah kau seorang pangeran?" tanya Naira dengan kedua mata yang menatap kagum. "Maaf.... Nona, tolong menyingkirlah" ujar pria itu dengan tatapan tajam. Kisah seorang gadis naif dan polos yang baru berusia 20 tahun dengan seorang pria berusia 30 tahun. Akankah kisah romansa dengan perbedaan umur berakhir dengan bahagia atau hanya meninggalkan bekas luka?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Possessive Neighboar
  • Stay With me (Kakashi And Sakura)
  • Perfect Passion Series fat girl
  • His Secret Child
  • Alexa, Please Be Mine
  • Gay and His Angel - TAMAT
  • Mantan Tunangan
  • Mantan Kekasihku Sang CEO[END]
  • Sisi Gelap Keluarga Cameron (End)
  • 𝐁𝐨𝐮𝐧𝐝 𝐭𝐨 𝐇𝐢𝐦

Cia mengira pernikahan ini adalah murni paksaan orang tua karena mereka bertetangga sejak kecil. Padahal, Rimba-lah yang diam-diam menyetujui bahkan sedikit memprovokasi ide perjodohan tersebut. Rimba tahu Cia terlalu liar untuk dibiarkan bebas, jadi ia memutuskan untuk "mengurungnya" dalam ikatan pernikahan agar ia bisa mengawasi Cia 24 jam sehari. *** "Mas Rimba! Kalau nanti aku reinkarnasi jadi kecoa, Mas masih mau sayang aku nggak?" "Nggak. Langsung Aku semprot baygon." "Iih! Jahat banget! Tega ya Mas membunuh belahan jiwa sendiri?!" "Belahan jiwa aku manusia, Cia. Bukan serangga pembawa kuman. Sekarang diam, atau mulut kamu Aku lakban." ' "Tadi temen kampusku bilang aku cantik pakai baju ini, makanya aku pulang agak telat karena diajak foto-foto bentar..." "Teman kamu punya mata buat lihat, tapi dia nggak punya hak buat memuji. Besok jangan pakai baju ini lagi ke kampus." "Lho, kenapa? Kan bagus?" "Bagusnya cuma boleh aku yang lihat. Mengerti, Istriku?" *** 18+

More details
WpActionLinkContent Guidelines