Cia mengira pernikahan ini adalah murni paksaan orang tua karena mereka bertetangga sejak kecil. Padahal, Rimba-lah yang diam-diam menyetujui bahkan sedikit memprovokasi ide perjodohan tersebut. Rimba tahu Cia terlalu liar untuk dibiarkan bebas, jadi ia memutuskan untuk "mengurungnya" dalam ikatan pernikahan agar ia bisa mengawasi Cia 24 jam sehari. *** "Mas Rimba! Kalau nanti aku reinkarnasi jadi kecoa, Mas masih mau sayang aku nggak?" "Nggak. Langsung Aku semprot baygon." "Iih! Jahat banget! Tega ya Mas membunuh belahan jiwa sendiri?!" "Belahan jiwa aku manusia, Cia. Bukan serangga pembawa kuman. Sekarang diam, atau mulut kamu Aku lakban." ' "Tadi temen kampusku bilang aku cantik pakai baju ini, makanya aku pulang agak telat karena diajak foto-foto bentar..." "Teman kamu punya mata buat lihat, tapi dia nggak punya hak buat memuji. Besok jangan pakai baju ini lagi ke kampus." "Lho, kenapa? Kan bagus?" "Bagusnya cuma boleh aku yang lihat. Mengerti, Istriku?" *** 18+
More details