Save Me, Kill Me | Martin ver. [✓]

Save Me, Kill Me | Martin ver. [✓]

  • WpView
    Reads 1,060
  • WpVote
    Votes 280
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadComplete Tue, Mar 10, 2026
Sejak dulu, ia selalu menjadi bayangan di antara mereka yang bersinar. Di sekolah, namanya hanya disebut saat mereka ingin menertawakan seseorang. Ia dihina bukan karena kesalahannya, tetapi karena dirinya yang berbeda. Ia tak memiliki kemewahan, tak punya pesona yang diidolakan, tak cukup kuat untuk melawan. Ia hanyalah anak lelaki yang sendirian, dikelilingi oleh tembok kebencian yang semakin hari semakin tinggi. Setiap ejekan yang terlontar bagai belati yang menancap di jiwanya. "Aneh," "gagal," "tak seharusnya ada." Kata-kata itu bergaung, berputar dalam pikirannya, mengakar lebih dalam daripada yang seharusnya. Setiap langkah di koridor sekolah terasa lebih berat, setiap tatapan penuh penghinaan semakin menyempitkan dunianya. Hingga akhirnya, dunia terasa begitu sempit, hingga hanya ada satu jalan keluar.
Creative Commons (CC) Attribution
#941
keonho
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Small Shoulders
  • Nirwana ; Visrambha
  • Classmate 2 : LITHOS
  • Blue Line [Cortis]
  • Siapa Yang Makan Indomie Gua? - CORTIS
  • Afterlight [KeonHyeon]
  • Twofold || Seonghyeon & Keonho
  • Chaotic Duo | Cortis09s.
  • Bintang 5 [Cortis]
  • 1. Starlight | [END]

Arjuna tumbuh terlalu cepat- bukan karena ia ingin, tapi karena dunia memaksanya menjadi kuat sebelum ia sempat belajar menjadi anak-anak. A stroy by nichinoya

More details
WpActionLinkContent Guidelines