Quartet Love

Quartet Love

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 25, 2026
Fahreza, seorang mahasiswa semester 5 yang memiliki seorang pacar bernama Hana. Mereka telah menjalin hubungan semenjak masih mahasiswa baru. Oleh karena itu, mereka telah menjalani manis dan pahitnya hubungan hingga menjadikannya erat serta bertahan lama. Fahreza adalah orang yang sangat ramah dan baik, motto hidupnya adalah "Kebahagiaan untuk semua orang". Karena telah lama menjalin hubungan, Fahreza ingin melangkah ke jenjang selanjutnya, yaitu bertunangan. Dia telah menyiapkan semuanya dan yang tersisa hanya perlu bertemu langsung dengan orang tua Hana. Walau dipenuhi rasa gugup, dia tetap percaya diri. Namun, masalah lain muncul. Hana memiliki 2 saudari, 1 kakak dan 1 adik. Mereka adalah salah satu dari ribuan orang yang telah dibantu Fahreza. Mereka jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Fahreza dan memperumit hubungannya. Fahreza tidak menyangka kebaikannya akan berujung menjadi tantangan dalam hubungannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • I'm the male lead's wife?
  • Stand by Me
  • Kembang Desa
  • A dan Z
  • Hello Mr. Komrad
  • Terpaksa Dinikahi Duda Anak Dua
  • NANGGALA

Cerita ini ada di paijo juga. --- Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines