FATE : Possessive Little Sister

FATE : Possessive Little Sister

  • WpView
    Reads 1,282
  • WpVote
    Votes 83
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 26, 2026
"Aku mencintaimu sejak kamu ada di dunia" - Kaiann "Aku gak butuh laki-laki manapun, aku cuma mau Kakak" - Rora _______________________ 10 tahun masa kecil Rora selalu ada Kaiann, Kakak nya yang menjadi orang pertama, dalam hal apapun. Kaiann orang pertama yang Rora sebut nama nya saat latihan bicara, membantu nya latihan berjalan, mengajarinya pakai baju, menyuapi nya dengan telaten, mengganti popok, memandikan, membantunya belajar, mengenalkan banyak hal di dunia ini. Kaiann adalah satu-satunya orang kesukaan Rora, kesayangannya sampai kapanpun. Keputusan telah final, kedua orang tua mereka bercerai, Kaiann pergi bersama Mama nya, dan Rora bersama Papa nya. Mereka bertemu lagi setelah perpisahan 6 tahun, kini Rora bukan lagi anak-anak, dia sudah remaja sempurna. Kaiann tidak bisa menenggelamkan perasaan yg ada, sejak kecil dia tidak pernah hanya benar-benar memandang Rora sebagai adik, "Dia bukan hanya adikku, dia perempuanku". Setelah dewasa konflik menjadi lebih komplex, antara status mereka sebagai adik kakak, dan keluarga baru Papa dan Mama nya. Rora memiliki sifat yang sangat posesif, bahkan semua hal yang berkaitan dengan Kaiann dan perempaun lain akan menjadi amarahnya. Kaiann tidak menyembunyikan perasaannya, dia memperlakukan Rora seperti seorang kekasih, Memanjakan dan membahagiakannya. **** 📌 Cerita ini murni imajinasi penulis sebagai healing 📌Tidak ada visual tokoh, sesuai kepercayaan masing masing aja, pokok intinya ganteng dan cantik. 📌bantu vote dan komen, supaya lebih semangat 🫶, tenang aja penulis gaakan tbtb hilang di telan bumi meninggalkan cerita yg gantung kok. **** 🏆 2 #cowokbucin (20/02/26) 🏆 2 #brothercomplex (19/02/26) 🏆 3 #saudaratiri (18/02/26) 🏆 1 #adikkakak (14/02/26) 🏆 5 #greenflag (07/02/26) 🏆 7 of 11,6rb cerita #obsesi (26/01/26) 🏆 1 #firstkiss (26/01/26) 🏆 1 #adikkakak (26/01/26) 🏆 5 of 5,5rb cerita #possessive (16/01/26)
All Rights Reserved
#16
introvert
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Define the Relationship
  • Almost Married (On Going)
  • Dangerous Deal S1-S2 (on going)
  • EKSKALASI
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Kembang Desa
  • R É G A L I S [REVISI]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines