Janji diujung kelulusan

Janji diujung kelulusan

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 3, 2026
(hanya imajinasi belaka) Seorang siswi yang selalu terlihat baik-baik saja ternyata menyimpan luka dari rumahnya yang tak pernah benar-benar tenang. Ia terbiasa diam dan tersenyum, seolah semuanya baik baik saja. Di sekolah, ia menyukai seorang teman laki-laki yang membuat hari-harinya terasa ringan, Kebersamaan kecil itu cukup baginya. Saat anak itu pergi, ia tidak menangis. Ia hanya tersenyum dan melanjutkan hidupnya seperti biasa. Tak ada yang tahu, sejak saat itu ia belajar merelakan tanpa suara, tanpa terlihat terlalu sakit. update nya sesuai mood writer🤭
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Blueprint Pelarian Villain
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO
  • The Time

Flora Severian terbangun sebagai Hazellette Ashcroft, istri Duke dalam novel fantasi sejarah. Figuran yang akan dihancurkan oleh tokoh utama wanita, Mantan kekasih Duke, anak pelayan yang ditakdirkan merebut segalanya, karakter badass yang membuat hubungan Hazellette dengan suaminya kandas. Flora mengerti satu hal begitu masuk ke novel, Jika dia bertahan dia akan dihancurkan, karena itu pilihan Flora hanya kabur... menghapus namanya dari cerita. Dalam novel ini, istri Duke tidak akan pernah diselamatkan. Hazelletta akan disingkirkan... lalu dilupakan. Dia harus membuat dunia percaya dia mati. Lalu tokoh utama akan mengambil alih segalanya dan cerita berjalan tanpanya. Asal bisa hidup tenang Hazel tidak peduli apapun. Tapi takdir tidak pernah benar-benar berteman dengannya. Karena anak yang dia tinggalkan bukan anak biasa. "Jika aku kembali suatu hari, apa dunia ini masih akan memberiku tempat?" -Hazellette Ashcroft- "Kuburkan petinya! Itu hanya peti kosong. Aku akan menemukannya kembali... apa pun bentuknya. Istriku terlalu cerdas untuk mati begitu saja." -Gillian L. Grandwood-

More details
WpActionLinkContent Guidelines