
Cerita ini mengisahkan tentang Sean Arlo Sebastian, seorang pemuda yang terjebak dalam cinta bertepuk sebelah tangan kepada sahabat masa kecilnya, Zainel Arshaka. Hubungan mereka menjadi rumit karena Sean memendam perasaan yang dianggap terlarang oleh norma dan perbedaan keyakinan (Sean beragama Kristen, sedangkan Zain seorang Muslim yang taat). Sean memilih tetap menjadi sahabat yang suportif meskipun hatinya hancur melihat Zain jatuh cinta dan berpacaran dengan Karin. Ia lebih memilih memendam cintanya daripada harus kehilangan persahabatan mereka. Sejak awal SMA, Sean didiagnosis menderita kanker. Ia menyembunyikan penderitaan fisiknya dari Zain agar tidak menjadi beban pikiran bagi sahabatnya itu, seringkali menghilang dengan alasan "urusan luar kota" saat kondisinya Kinan (sahabat Karin) adalah satu-satunya orang yang mengetahui rahasia Sean, baik soal penyakitnya maupun perasaannya kepada Zain. Atas permintaan Sean, Kinan merahasiakan hal itu hingga akhir hayat Sean. Sean meninggal dunia saat masa kuliah. Zain baru mengetahui kebenaran tentang cinta sepihak dan perjuangan Sean melawan penyakit melalui surat dan video peninggalan Sean. Cerita berakhir dengan Zain yang melanjutkan hidup bersama Karin, namun selalu membawa kenangan akan ketulusan cinta Sean di hatinya. Inti dari cerita ini adalah tentang ketulusan cinta yang tidak egois, di mana seseorang rela menderita sendirian demi melihat orang yang dicintainya bahagia dengan pilihannya sendiri.Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang