ADRIAN: Mengeja Semesta

ADRIAN: Mengeja Semesta

  • WpView
    LECTURES 262
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Chapitres 31
WpMetadataReadTerminé mar., janv. 20, 2026
Pernah ngerasa hidup lo kayak running on autopilot? Kerja, makan, tidur, ulangi. Sukses di mata orang, tapi burnout di mata sendiri? Yuk kita kenalan sama Adrian. Arsitek logis yang menganggap Tuhan cuma konsep abstrak dan agama cuma warisan budaya. Sampai suatu hari, hidupnya yang presisi itu runtuh karena satu variabel tak terduga: Kehilangan Arah. Ditolak calon mertua karena "agamanya nggak jelas" dan melihat mentornya yang ateis hancur lebur, Adrian sadar dia butuh pegangan. Sesuatu yang lebih kuat dari sekadar saldo rekening dan isi kepalanya. Adrian tidak mencari agama yang menakutkan. Adrian hanya mencari "Rumah". Novel ini buat lo yang lagi lost, yang lagi ngerasa hustle culture itu toxic, dan yang diem-diem pengen ngerasain tenang-ketenangan yang beneran, bukan cuma efek liburan ke Bali.
Tous Droits Réservés
#296
arsitektur
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • #DeFabian (END)
  • ASYEARSGOBY - My Ex and I
  • Get Married Now!
  • Tidak Lajang (Completed)
  • Tsabiya [End]
  • Cinta H2 ✔
  • YUDHISTIRA ✔️
  • Mas Reyhan
  • ENAK!!! - Karena Rasa Ga Pernah Bohong
  • MUARA TERAKHIR

Setelah 15 tahun bersamanya, dan tiba tiba aku harus kehilangan dia, aku seperti kapal yang sedang oleng. Mencoba bertahan dan mewarnai hidupku kembali tanpanya sungguh perjuangan yang tidak mudah. Ketika aku sudah menemukan ketenangan hidup, kenapa justru ada pengganggu yang tidak lain adalah boss-ku sendiri. Seorang berondong yang usianya hampir 4 tahun di bawahku, dengan segala keanehan perilakunya. -Adeeva Abriana Utama.- *** Muda, tampan, pintar, berbonus kaya, itulah aku. Dengan kesempurnaan hidup itu aku tidak pernah menemukan penolakan, apalagi kegagalan. Tapi ketika hatiku tertambat padanya, aku sadar, dialah orangnya. Semua yang aku miliki tidak ada artinya. Luka yang ada di hati juga matanya sangat jelas terlihat. Deva, ijinkan aku menjadi pelangimu, ijinkan aku mewarnai hari harimu. - Fabian Alaric Kawindra - Start : 25 Agustus 2021 Finish : 19 April 2022

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu