Sebelum Besok Datang

Sebelum Besok Datang

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 5, 2026
Apakah kalian punya seorang saudara yang paling masa bodoh dalam urusan keluarga. Paling tidak peduli apapun yang terjadi di rumah, dia ada, tapi memilih untuk diam. Khanaya pulang jam sembilan malam tapi tidak duduk di ruang tengah. Dan yang paling menyebalkan bukan diamnya. Farhan sudah terbiasa hidup dengan diam. Ia sendiri bukan orang yang banyak bicara, dan rumah ini sudah lama lebih nyaman dalam sunyi daripada dalam suara. Yang menyebalkan adalah caranya. Cara Khanaya menatap semua keributan di rumah ini seolah itu bukan urusannya. Seolah ia hanya tamu yang kebetulan tinggal di sini dan tidak punya kepentingan dengan apapun yang terjadi. Dan semalam Ibu menangis lagi. Bukan tangisan yang keras. Ibu tidak pernah menangis keras, terlalu bangga untuk itu. Tapi Farhan mendengarnya dari kamar, suara isaknya yang pelan dan tertahan. Seperti seseorang yang sudah terlalu lelah tapi tidak tahu kepada siapa lelahnya harus disampaikan. Farhan turun. Duduk di dapur. Membuat teh tanpa diminta siapa-siapa dan meletakkannya di depan Ibu tanpa berkata apa-apa. Dan Khanaya. dia dimana? Sang kakak hanya diam. Di atas. Di balik pintu. Di tempat yang selalu sama.
All Rights Reserved
#52
pulang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ATMA FATAMORGANA
  • Unexpectedly Yours
  • GAREL ; POSESIF BROTHER
  • The Place You Left Me (Menuz) [END]
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?! (Hiatus)
  • Stealing My Husband
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • My Step Mom? [END] ✔️ - REVISI
  • MOTHER
  • Dua Langit Berbeda

"Jadilah seperti lumut: ada, tapi tidak terlihat, dan kalau bisa jangan diinjak." Itulah moto hidup Sevanja Nandhira. Sebagai mahasiswi Seni Rupa di Universitas Brahmana yang isinya anak-anak sultan, Sevan lebih memilih menjadi "Cewek Suram" yang hobi begadang demi deadline gambar daripada harus bersosialisasi. Strateginya sederhana yaitu hindari keramaian, gunakan jalur tikus, dan tetap berada di luar Radius Seratus Meter dari orang-orang populer. Terutama dari Adiaksa Ranjaya Jasvanta. Aksa adalah segalanya yang Sevan hindari karena tinggi 185, bintang Ice Hockey, salah satu mahasiswa terkenal orang terkaya di kampus yang dijuluki Vanguard, dan memiliki aura "lampu sorot" yang menyilaukan. Bagi Sevan, Aksa adalah intimidasi visual dan gangguan dalam hidupnya. Lari cepat setiap kali melihat ujung jaket hoki Aksa adalah olahraga wajib. Namun, Sevan tidak tahu satu rahasia besar. Aksa bukan sekadar cowok populer yang iseng. Aksa adalah kolektor rahasia dari karya-karya digital anonim milik Sevan yang sangat emosional. Baginya, Sevan bukan sekadar "gadis berantakan" yang hobi kabur. Sevan adalah pelukis hantu yang selama ini ia kagumi karyanya. Kini, sang Forward tim hoki itu telah mengunci targetnya. Bukan di lapangan es, melainkan di lorong-lorong sempit fakultas seni. Dimulai dari satu krat susu coklat hingga aksi kejar-kejaran absurd yang bikin heboh satu kampus, Aksa bertekad menembus zona nyaman Sevan yang sekecil kotak pensil itu. Sanggupkah Sevan mempertahankan jaraknya, atau justru ia akan terjebak dalam pesona "Beruang" yang ternyata tidak se-polos kelihatannya? ~~~ DILARANG PLAGIAT (⁠ノ⁠`⁠Д⁠'⁠)⁠ノ⁠彡⁠┻⁠━⁠┻ pernah di unpublish karena di revisi. #01 teenfiction [ 20 Maret 2026] #01 absrud [ 20 Maret 2026] #01 gambar [ 20 Maret 2026] #01 fiksi [31 Maret 2026] #02 komedi [ 20 Maret 2026]

More details
WpActionLinkContent Guidelines