Serendipity
(n.) Perihal manis yang tak pernah dipanggil; sebuah kejutan kecil dari semesta yang mengendap tiba-tiba pada hari biasa. Perihal indah, berguna, serta bermakna yang tumbuh perlahan sebagai penghiburan. Melodi hangat yang dibisikkan semesta seolah ia tahu setiap lelah yang mengerak pada sukma kini telah lapang dada diterima. Sebuah pelukan yang kebetulan saja lewat, tanpa rencana, dengan sapaan yang sederhana, lalu memilih menetap.
Aku terbiasa hidup tergesa, lebih sigap mencari celah buruk daripada menanam harap yang kelak harus kupikul kecewanya. Hingga suatu hari, aku bertemu sebuah sapaan yang begitu lembut, tanpa kegaduhan resah, tanpa janji yang dibesar-besarkan. Ia hadir dengan sopan dan penuh perhitungan, tidak membangun ekspektasi indah yang harus kutelan dengan luka. Namun terlalu lama bergumul dengan keburukan membuatku merasa aman di sana; maka ketika kebaikan datang, aku justru panik. Ahmad mengulurkan tangan dengan niat yang bersih, sementara aku masih lusuh, tenggelam dalam salah yang tak ingin kuseret agar ia ikut kotor bersamaku.
Enemy turns into friend? Or maybe a lover? Siapa yang bisa menebak?
Hari-hari Airi, F30, sebagai PM (Project Manager) salah satu aplikasi yang sedang dikembangkan oleh perusahaan plat merah sudah cukup meriah. Dengan deadline, source code, bug errors, dan tim Developer yang berisik.
Tapi semakin seru ketika seorang Ranu, M30, Manager baru dari tim CX (Customer Xperience) menunjukkan di mana letak kesalahan fatal dari aplikasi yang dibuat oleh tim Airi.
Airi yang keras kepala dan Ranu yang kaku membuat diskusi alot antara dua tim yang seharusnya saling membantu. Apakah mereka bisa bekerja sama atau tetap menabuh genderang perang setiap bertemu di ruang rapat?
Pics made by freepik and canva.