Ruang Antara

Ruang Antara

  • WpView
    Leituras 44
  • WpVote
    Votos 27
  • WpPart
    Capítulos 12
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, jan 16, 2026
Bekasi bagi claire/clarissa adalah deretan gedung kaca, jalanan boulvard yang rapi, dan masa depan yang sudah dipetakan dengan sempurna oleh keluarganya. Namun bagi hendra, Bekasi adalah debu jalanan raya, bising suara mesin pabrik, dan gang-gang sempit yang selalu mengingatkannya bahwa ia harus tahu diri. ​Mereka bertemu di sebuah "ruang antara"-titik tengah di mana status sosial seharusnya tidak berlaku dan perbedaan kasta terlihat kabur. Namun, saat lampu-lampu kota mulai menyala, realitas menarik mereka kembali ke kutub yang berbeda. claire punya segalanya, kecuali hak untuk memilih. hendra tidak punya apa-apa, kecuali satu hati yang terlalu berani untuk berharap. ​Di kota yang katanya tidak pernah tidur, mereka justru bermimpi tentang satu hal yang paling mustahil: sebuah restu. Saat dunia memaksa mereka untuk memilih antara menuruti garis takdir atau melawan arus yang menyesakkan, sanggupkah mereka bertahan dalam ruang yang kian menyempit? ​Karena terkadang, jarak terjauh bukanlah kilometer antara dua tempat, melainkan meja makan keluarga yang tidak menyisakan kursi untuk orang asing.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nakula

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo