Cinta 2 Garis

Cinta 2 Garis

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 13, 2026
Di Provinsi Goyu, negara Marranto, tahun 2025, kehidupan dua insan muda bersinggungan dalam semangat kebebasan tanpa batas. Mina (23 tahun), penuh semangat menjalani masa mudanya, terlibat dalam kisah asmara yang gegap gempita dengan Wanur (24 tahun), seorang pemuda yang bekerja serabutan sebagai pengantar susu di Departemen Kesehatan setempat. Hubungan mereka, yang dibangun di atas dasar petualangan dan kenikmatan sesaat, berubah drastis ketika Mina dinyatakan hamil. Kebutuhan mendesak akan tanggung jawab itu datang dengan keras, bukan dari kesadaran mereka sendiri, tetapi dari tekanan sosial yang tak terbendung. Orang tua Mina, demi menyelamatkan muka keluarga dan masa depan anaknya, memaksakan pernikahan. Kini, pasangan muda itu terperangkap dalam sebuah ikatan yang dipaksakan. Mina dan Wanur harus menjalani peran baru sebagai suami-istri dan calon orang tua di usia yang masih sangat belia. Mereka dipaksa untuk menghadapi realitas pahit, membangun rumah tangga dari nol, dengan pekerjaan Wanur yang sederhana, sementara cinta yang dulu bebas dan liar kini harus bernegosiasi dengan tuntutan tanggung jawab, tuntutan keluarga, dan bayang-bayang paksaan yang menggelayuti awal pernikahan mereka. Lompatan paksa dari dunia remaja yang bebas ke dunia dewasa penuh tuntutan, di tengah setting negeri fiksi yang mencerminkan dinamika sosial kontemporer.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain
  • I'm Not Just a Figuran

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines