Aku Tidak Pernah Benar-Benar Pulang

Aku Tidak Pernah Benar-Benar Pulang

  • WpView
    Membaca 25
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Jan 15, 2026
WpInfo
Fiksi
Romansa
Ada luka yang tidak berdarah, tapi membuat seseorang tumbuh terlalu cepat. Ia adalah anak perempuan pertama yang sejak kecil belajar kuat sebelum sempat belajar dilindungi. Rumah yang seharusnya menjadi tempat pulang perlahan berubah menjadi ruang penuh diam, pertengkaran yang tak terucap, dan tanggung jawab yang tidak pernah ia minta. Ia menjadi penampung emosi orang tua, penopang keluarga, sekaligus saksi runtuhnya sesuatu yang dulu ia sebut "utuh". Di luar rumah, ia mencari aman. Dalam cinta, ia bertahan meski disakiti. Dalam pertemanan, ia hadir tapi jarang dipilih. Ia takut kehilangan, karena terlalu sering ditinggalkan oleh keadaan, oleh orang, oleh rasa aman itu sendiri. "Aku Tidak Pernah Benar-Benar Pulang" adalah catatan tentang tumbuh di tengah trauma, tentang anak yang dipaksa dewasa, tentang cinta yang salah, dan tentang ketakutan akan kehilangan yang menetap hingga dewasa. Kisah ini tidak berteriak, tidak menyalahkan-hanya jujur. Karena mungkin, tanpa sadar, kita pernah hidup di cerita yang sama.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#151
anakpertama
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • The Time
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GHAIKA (REVISI)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan