Bella, seorang asisten kreatif junior yang berkaki dingin dan selalu membawa tas berisi segala keperluan darurat dari pita perekam sampai cokelat penyelamat nyawa hidupnya adalah daftar tugas yang tak pernah habis. Impiannya sederhana bertahan dari dunia backstage yang kacau dan menabung untuk kursus desain grafis.
Kim Maelin, dikenal dunia sebagai Mal, vokalis utama dan visual dari grup papan atas NEON, adalah seorang idol yang sempurna di mata publik. Namun di balik layar, ia adalah seorang perfeksionis dengan sikap dingin yang dijuluki Sang Raja Es oleh para staf.
Takdir mempertemukan mereka dengan cara paling kacau Bella salah memasuki kamar ganti pribadi Malvin dan secara tak sengaja menjatuhkan seluruh tirai tepat di saat Malvin baru keluar mandi, dengan hanya mengenakan handuk. Bencana memalukan itu berakhir dengan ancaman halus bahwa karir Bella bisa berakhir jika satu kata pun bocor.
Alih-alih dipecat, Bella justru mendapat tugas tak terduga menjadi asisten pribadi sementara untuk Malvin. Dari sinilah, keduanya terlibat dalam rutinitas yang penuh ketegangan, kesalahpahaman konyol, dan momen-momen kecil yang tak terduga. Bella melihat sisi lain Malvin bukan sebagai idol yang tak tersentuh, tetapi sebagai Kim Maelin seorang pria muda yang lelah, penyendiri, dan ternyata punya selera humor yang kering. Sementara Malvin, untuk pertama kalinya, menemukan seseorang yang melihatnya bukan sebagai Mal si idol, tetapi sebagai manusia biasa dan seseorang yang justru tidak segan menegurnya saat ia lupa makan.
Namun, di industri di mana setiap tatapan dan kedekatan bisa menjadi bahan berita, hubungan rahasia mereka seperti berjalan di atas tali. Seorang fanatik fan dengan indera keenam mulai mencurigai kedekatan mereka. Foto samar dari jarak jauh, jadwal yang tumpang tindih, dan permintaan khusus Malvin yang terus-menerus untuk Bella mulai menarik perhatian yang tidak diinginkan.
Kania Sekar Melati gadis berusia 20 tahun itu harus putus kuliah, dan bekerja di sebuah rumah mewah milik duda kaya beranak satu yang bernama Bagas Adipati Wiratmodjo. Keputusan itu dilakukan tanpa sepengetahuan keluarganya.
Sampai ketika akhirnya ia mendapati situasi yang mendesaknya. Ia di hadapkan dengan tawaran yang membuatnya tak bisa berpikir banyak.
Akhirnya ia memutuskan hal yang tak pernah ia bayangkan ketika harus menerima tawaran untuk menjual dirinya pada Bagas Adipati Wiratmodjo.