Satya Prananda adalah lelaki yang hidupnya tampak sempurna di mata dunia: karier melesat, apartemen tinggi di jantung Jakarta, dan kendali yang nyaris selalu utuh. Tapi pada suatu masa, kendali itu runtuh-bukan lewat skandal atau kebangkrutan, melainkan lewat sesuatu yang lebih kejam: lupa. Amnesia panjang menghapus sebagian besar hidupnya, meninggalkan ruang-ruang kosong yang tak bisa dijelaskan oleh logika. Yang tersisa hanya ketakutan tanpa sumber, malam-malam insomnia, dan satu tanda yang terus muncul seolah mengejek: rasa getir di dalam hati, aroma teh melati, serta pantulan yang terasa "terlalu hidup" di balik cermin.
Di tengah kebimbangan, Satya mulai "didatangi" sosok bernama Henry-figur misterius yang hadir lewat celah-celah sunyi: kamar tamu yang mendadak kosong, secangkir teh yang tak pernah berkurang, dan sebuah gantungan kunci kucing hitam berlonceng yang entah bagaimana menjadi penghubung. Henry bukan sekadar penghibur; ia seperti penjaga gerbang, memaksa Satya menatap sesuatu yang selama ini ia kubur: sebuah cinta yang hilang bersama sebuah kecelakaan.
Melalui terapi, pertemuan-pertemuan ganjil, dan lorong cermin yang perlahan berubah dari mimpi buruk menjadi ruang pengakuan, Satya dipaksa menyusun kembali mozaik dirinya: masa kecil yang sunyi, hubungan keluarga yang retak, ambisi yang dibayar mahal, hingga kebenaran paling rapuh-bahwa ia mencintai seseorang yang tak sempat ia peluk dengan benar.
Sebuah novel tentang kehilangan yang tidak meminta dilupakan, melainkan diubah menjadi cahaya.
Tüm hakları saklıdır