Raquella A Fragile Bloom

Raquella A Fragile Bloom

  • WpView
    Reads 974
  • WpVote
    Votes 662
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 2, 2026
Ditinggal kedua orang tuanya, Raquella harus berjuang melawan kekejaman tantenya yang haus harta. Ditengah penderitaan, Raquella menemukan kekuatan dalam dirinya untuk bertahan hidup.Kisah ini akan mengungkapkan bagaimana seorang gadis yang rapuh mampu bangkit dari ketepurukan dan melawan ketidak adilan.
All Rights Reserved
#1
realitakehidupan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝒯𝒽𝑒 𝒬𝓊𝒾𝑒𝓉 𝐵𝑒𝓉𝓌𝑒𝑒𝓃 𝒰𝓈
  • ADWITI'S LIFE: LOVER [ Complete ]
  • Home Was Martatila [END]
  • Her Dark Pages
  • UCANG
  • Luminous: A Swindler
  • THE MEDIEVAL HISTORY [HIATUS]
  • Obsidia: A Master and His Demon 「✔️」
  • Blooming Life Pill
  • Dikte Jemari Dewi
  • 𝐖𝐑𝐈𝐓𝐓𝐄𝐍 𝐁𝐘 𝐀𝐍𝐎𝐓𝐇𝐄𝐑 𝐀𝐔𝐓𝐇𝐎𝐑 ( 𝑂𝑛𝑔𝑜𝑖𝑛𝑔 )
  • Sheila: Deadly Silence
  • tali yang renggang
  • Inked US
  • UDAH DIKASIH SANDWICH MASA GA JATUH CINTA?
  • Walking In Regret
  • Matahari dan Badai dalam Satu Nama
  • Pernyataan [SEASON 2/ON GOING]
  • Ephitelia [ On Going ]

Di sebuah musim ketika hari-hari berjalan lambat seperti halaman buku yang dibalik dengan hati-hati, hiduplah dua remaja yang tanpa sadar sedang menapaki kisahnya sendiri. Sejak saat itu, banyak hal yang semula biasa berubah menjadi lebih berarti. Percakapan pendek di sela pelajaran, perjalanan pulang yang ditemani suara mesin motor dan tawa yang ringan, hingga keheningan yang entah mengapa terasa lebih penuh ketika mereka duduk berdampingan. Namun waktu, sebagaimana musim yang tak pernah tinggal selamanya, selalu membawa geraknya sendiri. Ada hari-hari ketika jarak tumbuh tanpa suara. Ada pula saat-saat ketika kata-kata yang tak sempat diucapkan justru tinggal lebih lama daripada percakapan yang pernah terjadi. Di antara keduanya, terbentang suatu ruang yang sunyi bukan kesunyian yang memisahkan, melainkan keheningan yang perlahan membentuk makna. Seperti dua bintang yang berjalan di langit yang sama: kadang tampak berdekatan, kadang menjauh tanpa benar-benar hilang dari pandangan. Di antara tawa yang pernah tinggal, di antara langkah yang pernah berjalan searah, perlahan muncul ruang sunyi yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan. Bukan jarak yang benar-benar memisahkan, melainkan keheningan yang tumbuh di antara dua hati yang pernah saling memahami tanpa banyak kata. "Beberapa kata rindu tak harus sampai pada yang dituju," kata Narrala suatu hari. "Terkadang ia hanya berlalu bagai angin malam yang dingin." Dan Aksa, yang seringkali lebih banyak diam daripada berbicara, pernah berkata dengan nada yang hampir seperti bisikan, "Aku masih mencintaimu, sayangku. Tapi entah kenapa aku lebih memilih menarik diri dari hidupmu. Maafkanlah aku atas segala luka yang aku titipkan, dan maafkan aku atas segala kerinduan yang tak pernah kau sampaikan. Tak ada yang benar-benar hilang darimu, bau parfum dan wangi rambutmu masih betah menempel di ujung kerah bajuku, dan jika semesta menyetujui aku masih ingin berjalan disampingmu."

More details
WpActionLinkContent Guidelines