aku sebenernya tidak bisu

aku sebenernya tidak bisu

  • WpView
    Reads 576
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 15, 2026
Aku tumbuh dalam rumah yang pecah sebelum aku sempat mengenal arti pulang. Orang tuaku berpisah, aku dan adikku dipisahkan, dan sejak itu aku belajar satu hal: diam. Luka demi luka datang, bukan hanya dari keadaan, tapi juga dari manusia. Pelecehan, kehilangan, ketakutan-semuanya terjadi ketika aku masih terlalu kecil untuk mengerti, namun cukup besar untuk mengingatnya seumur hidup. Aku bukan tidak bisa bicara. Aku hanya tidak pernah diberi ruang untuk didengar. Novel ini adalah kumpulan kata yang tidak pernah keluar dari mulutku. Tentang seorang perempuan yang bertahan meski tumbuh tanpa perlindungan. Tentang rasa sakit yang disimpan terlalu lama, hingga akhirnya tumpah lewat tulisan. Aku sebenarnya tidak bisu. Aku hanya memilih menulis, karena luka-lukaku tidak pernah sanggup diceritakan dengan suara. - tumpahan pena dari Dea Afifah Kurniati
All Rights Reserved
#1
lukaku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Petualangan Liar Nara
  • Save Me : Introvert Boy
  • Ayyara & Abang Pras
  • Hold Me With Your Lies [END]
  • Unexpectedly Yours
  • Reinkarnasi Dan Memiliki Dua Suami
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?!
  • Bound by Him
  • Kesempatan Kedua Heraya
  • DIEGO || transmigrasi seme (BxB)

Di kota asalnya, Nara adalah anak kebanggan yang penurut. Namun, di bawah lampu kota besar, dia hanyalah seseorang yang penuh akan rasa penasaran. ​Jauh dari pengawasan orang tua, Nara menemukan bahwa perantauan bukan sekadar tentang mengejar gelar sarjana. Ini tentang setiap napas yang memburu di balik pintu kosnya, setiap sentuhan terlarang di sudut kampus, dan setiap rahasia yang ia simpan rapat-rapat dalam buku hariannya. ​Ini adalah perjalanan Nara. Berani, haus, dan tidak pernah menyesal.

More details
WpActionLinkContent Guidelines