Ini adalah kisah tentang seseorang yang tumbuh sambil belajar memahami hidupnya sendiri.
Tentang masa kecil yang membentuk cara berpikir, masa remaja yang penuh pencarian, dan kedewasaan yang datang bersama tanggung jawab serta kehilangan.
Cerita ini bergerak melalui ruang-ruang keluarga-tempat nilai, luka, dan kasih pertama kali dikenalkan. Ia juga singgah pada relasi dan percintaan, yang tak hanya menghadirkan kehangatan, tetapi juga pertanyaan tentang kelekatan, harapan, dan batas diri. Setiap pertemuan meninggalkan jejak: ada yang menguatkan, ada pula yang mengganggu, namun semuanya ikut membentuk siapa aku hari ini.
Di balik peristiwa-peristiwa personal, cerita ini memotret bagaimana individu berdialog dengan lingkungan sosialnya-norma, ekspektasi, dan struktur yang diam-diam memengaruhi pilihan hidup. Di saat yang sama, ada perenungan filosofis tentang makna bertahan, menjadi, dan menerima bahwa hidup tak selalu meminta untuk dimengerti, tetapi sering kali hanya perlu dijalani dengan jujur.
Ini bukan kisah tentang kemenangan besar, melainkan tentang kesadaran kecil yang terus tumbuh: bagaimana seseorang belajar berdamai dengan dirinya sendiri, sambil tetap berjalan, meski tidak selalu tahu ke mana arah akhirnya.
Dalam novel Devastating Love, Sagatra itu antagonis yang menyukai kakaknya sendiri, a.k.a pemeran utama wanita. Lelaki itu mengejar Kirana.
Namun sayang semua itu sia-sia karena sekeras apapun dia mencoba, Kirana hanya akan bersatu dengan tokoh utama pria.
Disisi lain, Oreta, wanita dua puluh lima tahun yang bekerja untuk menghidupi dirinya dan adiknya sendiri harus meregang nyawa karena kecelakaan tunggal saat pulang kerja. Pun, bukannya mati dia malah q memasuki novel Devastating Love dan berperan menjadi Rhea, tunangan Sagatra yang diperintahkan untuk mendekati pemeran utama pria oleh tunangannya sendiri.