Between Hate & Us

Between Hate & Us

  • WpView
    Reads 136
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 13, 2026
WpInfo
Fanfic
RWBY
Kadang, musuh terbesar kita bukan orang yang membenci kita. Tapi orang yang paling mengerti kita tanpa kita sadari. Darren berdiri di depan cermin kamar mandi gedung studio. Tangannya basah, wajahnya dingin, dan matanya merah. Ia baru saja memukul seseorang. Seseorang yang akhir akhir ini sering terlihat oleh pandanganya. Itu Theo. Mahasiswa yang selalu terlihat tenang bahkan sok tenang. Darren menarik napas panjang. "Sialan..." gumamnya pelan. Bukan ke Theo. Tapi ke dirinya sendiri. Karena untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia memukul bukan karena marah... Tapi karena takut. Takut dengan caranya sendiri melihat Theo. Takut juga dengan cara Theo membaca makna gambar di sketsanya tanpa salah. Cara Theo berdiri terlalu dekat tapi nggak pernah benar-benar menyentuh. Cara suaranya selalu terdengar tenang-bahkan saat dibenci. Di luar, suara langkah kaki mendekat. "Puas?" suara Theo terdengar serak dari balik pintu. Darren menegang. "Kalau belum, pukul lagi aja," lanjutnya, "biar sekalian lo lega" Darren menggenggam tangan erat. Kuku-kukunya menekan telapak tanganya sendiri. "Gue nggak mau lo," katanya lirih. "Tapi kenapa lo selalu ada di kepala gue?" Hening. Lalu terdengar tawa kecil. "Masalahnya, Ren..." suara Theo bergetar, tapi tetap santai, "gue juga nggak pernah minta masuk ke hidup lo." Darren menutup mata. Di antara mereka ada pintu. Tapi yang memisahkan bukan cuma itu. Ada Felix. Ada masa lalu yang belum selesai. Ada luka yang belum jelas milik siapa. Tapi jaraknya terasa lebih jauh dari itu. Karena mereka belum tau perasaan yang paling menyakitkan bukan benci, tapi cinta yang datang di orang yang salah.
All Rights Reserved
#54
dew
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cupiditas Vitae [END]
  • ONCE & GONE • DEWTEE
  • Love me or die
  • Journey
  • Possessive Male Lead
  • Given || Ju Jihoon
  • The Forbidden Soulmate (DewTee)
  • Garwo
  • TOXIC BOYFRIEND
  • I'm Not Just a Figuran

Rio hanya ingin hidup tanpa memperdulikan penolakan yang selalu mengikuti langkahnya. Hidup dioper dan dieksploitasi adalah bagian hidupnya. Harusnya ia sudah mati. Entah akhirnya akan tenang atau malah terjebak di dimensi yang lebih mengerikan daripada hidupnya sekarang. Tapi dia kembali membuka mata. Di dua bulan sebelum kematian datang menjemputnya. Waktu terlalu singkat. Rio memutuskan dengan cepat. Dia masih punya kesempatan untuk lari dan hidup, kan? Sebuah skenario yang janggal untuk sebuah ketidaksengajaan membuatnya bertemu dengan sahabat ayahnya, yang memberikan secercah harapan akan tempat berteduh yang aman. Rio tidak pernah punya harapan yang rakus. Ia hanya ingin bertahan hidup. Benar-benar tidak tahu bahwa kenyamanan juga memaksanya untuk terluka dan berlapang dada.

More details
WpActionLinkContent Guidelines