Rumah di ujung gang itu nggak pernah benar-benar sepi.
Bukan karena televisinya kencang, tapi karena dua bocil di dalamnya terlalu aktif untuk diam.
Bima, bocil enam tahun yang hobi nanya hal-hal nggak penting tapi merasa itu sangat penting. Mika, adiknya yang baru empat tahun, spesialis ikut-ikutan tanpa tahu konteks, tapi selalu paling yakin. Kalau sudah berdua, rumah bisa berubah jadi arena debat, ruang sidang, sampai markas rahasia dalam waktu lima menit.
Ayah sebenarnya ingin hidup tenang.
Ibu hanya ingin satu hari tanpa teriakan "BUUUU!" dari ujung rumah.
Tapi mereka punya dua bocil yang menganggap rumah adalah tempat bermain paling seru sedunia.
Cerita ini tentang pagi yang ribut, siang yang berantakan, sore penuh tawa, dan malam yang ditutup dengan doa versi bocil yang kadang bikin orang tua bingung harus "amin" atau ketawa dulu.
Nggak ada konflik berat.
Nggak ada air mata berlebihan.
Isinya cuma hal-hal kecil yang sering dianggap sepele, tapi ternyata bikin kangen.
Tentang keluarga yang nggak sempurna.
Tentang bocil yang cerewet, polos, dan kadang absurd.
Dan tentang rumah yang mungkin berisik, tapi selalu hangat.
Kalau kamu suka cerita ringan, kocak, dan bikin senyum tanpa sadar,
selamat datang di rumah paling ribut di gang ini.
All Rights Reserved