No Place for Us (Wilayah Terlarang)

No Place for Us (Wilayah Terlarang)

  • WpView
    Reads 3,195
  • WpVote
    Votes 174
  • WpPart
    Parts 53
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Jan 30, 2026
What if Shen Wenlang went into the family business? What if Gao Tu were rescued instead of hired? What if Shen Wenlang who ran away...and Gao Tu stayed. This is a dark twist on a story that is already twisted. Heed the trigger warning if there is one on every chapter. Disclaimer: The characters in this story belong to NJ. I'm just borrowing the name and the likeness of the actors. Bagaimana jika Shen Wenlang meneruskan perusahaan keluarga? Bagaimana jika Gao Tu tidak diupah tapi diselamatkan? Bagaimana jika Shen Wenlang yang membawa diri, dan Gao Tu tetap menunggu. Cerita ini sisi gelap dari cerita yang memang sudah ruwet. Mohon perhatikan trigger warning di setiap bab, jika ada. Disclaimer: Karakter-karakter cerita ini adalah milik NJ. Aku hanya meminjam namanya, juga wajah pemerannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nanti Kita Cerita Tentang Kel.7 (KKN) | END
  • Taekook one shoot story
  • «Balas Budi Yang Mengikat»
  • The King & The Doctor
  • Simpanan No, Istri Sah Yes. (ongoing)
  • Cupiditas Vitae
  • ALPHA'S SILENT SECRET
  • Second
  • I Want to Live
  • Given || Ju Jihoon

Bagi Mahendra Raditya, mahasiswa perfeksionis dan kaku, KKN di Desa Sindangasih hanyalah kewajiban akademis yang harus diselesaikan secepat mungkin. Namun, rencana hidupnya yang tertata rapi seketika berantakan karena kehadiran Haikal Dirgantara-seksi Humas yang urakan, pecicilan, namun luar biasa mudah memikat hati seluruh warga desa. Bersama lima anggota lainnya yang memiliki karakter saling bertabrakan-Rendra si sekretaris julid, Cakra si anak sultan, Jevan si cowok kulkas, Nana yang kelewat soft, dan Jidan si maba raksasa-posko Kelompok 7 tak pernah sepi dari adu gengsi, kepanikan proker, hingga tawa di tengah malam. Di tengah tekanan mempersiapkan acara akbar 17 Agustus bersama warga desa, dinding rasionalitas Mahen perlahan runtuh. Interaksinya dengan Haikal memunculkan debaran asing dan rasa posesif yang mengacaukan logikanya. Ditambah dengan benih-benih cinta yang juga mekar di antara anggota posko lainnya, Kelompok 7 belajar bahwa KKN bukan hanya soal membangun desa, tapi juga tentang meruntuhkan ego dan berani jujur pada perasaan sendiri. Mampukah Mahen menyingkirkan gengsinya sebelum waktu pengabdian mereka habis?

More details
WpActionLinkContent Guidelines